Gunungkidul – TransTV45.com||Dibalik mencuatnya rumor yang muncul soal adanya pembuangan sampah dari wilayah lain, dibuang di Gunungkidul, mengacu pada usaha milik Asep seorang warga Nogosari 3, Playen, Gunungkidul, DIY.
Lebih lanjut Asep sang pemilik usaha, menjelaskan saat di konfirmasi oleh beberapa, awak media pada hari selasa, 02/01/2024, pukul 19 : 00 wib.,
usaha yang di jalani yaitu mencari rongsok atau barang bekas di perdesaan hingga perkotaan, bahkan bekerja sama dengan pihak-pihak yang memiliki usaha seperti hotel dan lain sebagainya.
Namun demikian setelah satu tahun kemudian, usahanya kena dampak pandemi Covid – 19, sehingga ada kemunduran.”
Setelah pandemi berlalu yakni pada Tahun 2023, Asep mulai merasakan ada kenaikan sehingga dirinya kembali menjalin kemitraan kepada pihak-pihak yang memiliki usaha untuk mendukung usahanya tersebut.
Dan tak lama kemudian usaha yang Ia jalankan semakin berkembang sehingga mengharuskan mencari rekan kerja (pekerja) untuk bekerja di Pool Rongsok nya. Selain meringankan beban pekerjaan di tempat usahanya bisa dibilang membantu pemerintah dalam membuka lapangan pekerjaan untuk mengurangi angka pengangguran.
“Sampai saat ini tempat usaha saya ada 30 orang pekerja, ada yang menerima gaji UMR ada yang gaji borong ada juga yang harian,” Terang Asep pada Selasa, (02/01/2024) malam.
‘Jika dilihat usaha yang di kelola Asep ini memang perlu dukungan dari pemerintah baik pembinaan maupun bentuk support lain. Sebab dengan mengerjakan sebanyak itu tentu membantu pemerintah mengurangi anka pengangguran.
Wiwik selaku kepala bidang, dihubungi melalui saluran telepon whatsapp, menyampaikan jika pihaknya sudah mengunjungi lokasi milik Asep, pada Selasa, (02/01/2024) selanjutnya langsung berkoordinasi membuat nota dinas untuk Bupati. Ditanya terkait statemen, dirinya enggan memberikan komentar.
“Kami sudah membuat nota dinas akan disampaikan ke Bapak Bupati,” Kata Bu Kabid.
Di tempat berbeda Suwarto yang merupakan tetangganya,memberikan keterangan jika keluarga Asep ini memiliki kemampuan dalam usaha. Dikatakan jika sebelum memiliki usaha pool rongsok, Asep dan istrinya adalah pedagan Es Cream di event pameran atau pasar malam.
“Dia itu orang baik mas, setelah memiliki usaha pool rongsok ini mampu mengerjakan hampir 30 orang dengan gaji borongan, harian hingga setandar UMR,” Katanya.
Dikonfirmasi terkait hal tersebut Istri Asep yakni Ria, membenarkan jika usaha yang Ia jalani bersama sang suami memang menampung atau mengerjakan hampir 30 orang, dan kesemuanya rata-rata tidak memiliki pekerjaan lain.
Tempat usaha milik Asep ini adalah sebuah pool rosok (barang bekas) dari bahan plastic (bekas botol mineral dan sejenisnya) serta jenis kertas atau karton, yang kemudian di paking rapi dengan mesin pres kemudian di kirim lagi ke tempat lain.
Terkait limbah atau sampah, berdasarkan laporan tim investigasi sangat minim sekali. Jika ada justru akan bermanfaat sebagai bahan bakar untuk masak dan lain sebagainya, dikarenakan kemungkinan limbah sampah adalah dari bahan yang mudah terbakar.
Usaha pool rongsok milik Asep pun sudah legal atau mengantongi surat izin. Tujuanya agar tidak menimbulkan pertanyaan dari pihak-pihak tertentu.
Red