lampung utara- Transtv45.com|| Madrasah tsanawiyah(mtsn)3 kabupaten lampung utara. didugamelakukan pungutan liar (pungli) kepada murid kelas vii a, sampai kelas v11 g.dengan dalih untuk pembuatan paving block sebesar rprp 170.000, per siswa dari kelas vii a, g.dengan keseluruhan murid sejumlah 221 siswa
Dra. erna maliana, s.pd.i saat di konfirmasi lewat via whatsapp mejelaskan bahwa murid di mts n3 lampung utara kelas vii , berjumlah 121 siswa, namun beda jauh dengan jumlah sebenarnya, saat awak media cross check kelapangan kebenaran apa yang telah di sampaikan oleh kepsek saat dikonfirmasi,kamis 16/01/20
Dra.mariam, selaku bendara yang di tunjuk oleh sekolah untu
membatu kegiatan tersebut saat di konfirmasi menjelaskan murid kelas vii a, sampai g.bukan 121 tetapi 221,dan membenarkan adanya dugan pungutan tersebut, mariam mengatakan benar ada kegiatan itu, dan sudah adasebagian siswa yang sudah membayar”,kata mariam
setelah awak media mendapat kan informasi langsung dari mariam selaku bendahara kegiatan untuk paving block yang diduga adakan kegiatan pungli ke sisawa
awak media langsung menhubungi erna selaku kepala sekolah mtsn 3 lewat via whatsap, saya gak tau menau pak tanya saja ama komite dengan cetus,seolah-olah tidak senang ketika dihubungi awak media.dengan adanya keterangan tersebut jelas erna malina melakukan pembohongan publik.
jelas dengan adanya kegiatan tersebut bila kita merujuk dengan peratura.dari permendikbud nomor 75 tahun 2016 tentang komite sekolah ini sudah jelas dilarang.
komite sekolah tidak boleh melakukan pungutan kepada siswa, termasuk di madrasah tsanawiyah (mts). hal ini sesuai dengan permendikbud nomor 75 tahun 2016 tentang komite sekolah.
pungutan yang dilakukan komite sekolah, baik secara kolektif maupun perorangan, dilarang oleh permendikbud tersebut.
salah satu narasumber yang nama nya tidak ingin sebutkan, yang keberatan dengan ada nya pungutan tersebut sementara saya tidak hadir ucap nya, saat rapat komite, sementara,dari 221 kurang lebih 100 orang wali murid yang hadir
yang mengikuti rapat tersebut,sekarang ini kita sebagai wali murid sangat keberatan dengan adanya pungutan yang nilainya bagi saya sangat besar apa lagi kondisi sekarang mas jelasnya kepada awak media.
dana yang cukup besar Rp 170.000x 221=37.5700, yang rencana akan di gunakan sebagai pembuatan paving block. sementara sudah jelas ini melanggar aturan permendikbud.
( Toni Saputra )