Riau, TransTv45.com//Warung nasi khas Pariaman mendadak viral di media sosial setelah menu andalannya menjadi perbincangan warganet di Riau. Cita rasa yang otentik serta harga yang terjangkau membuat warung ini menjadi salah satu destinasi kuliner paling diminati masyarakat setempat dalam beberapa pekan terakhir.
Berlokasi di Jalan Lingkar, Ujung Batu, warung ini menyajikan aneka hidangan khas Pariaman seperti gulai tunjang, sambal lado mudo, dendeng batokok, rendang asli Minang dan menu lainnya. Para pelanggan mengaku terpikat dengan rasa autentik yang mengingatkan pada masakan kampung halaman.
“Saya baru pertama kali mencoba, tapi rasanya benar-benar seperti masakan amak saya di Pariaman,” kata Amir, salah satu pelanggan yang berasal dari Sumatera Barat dan kini menetap di Riau, Sabtu, (5/3/2025).
Pemilik warung, Azimar, mengatakan bahwa resep masakan diturunkan dari orang tuanya yang bernama Dalima berasal dari Toboh Kandang Gadang, Kabupaten Padang Pariaman.
Ia merantau ke Riau sejak tahun 2017 dan mulai membuka usaha kuliner sejak 2018, bahkan tidak menyangka warungnya akan viral dan ramai dikunjungi seperti sekarang.
“Kami hanya ingin memperkenalkan rasa khas Pariaman kepada masyarakat Riau. Alhamdulillah, sekarang makin banyak yang datang, walaupun kami sering berpindah-pindah karena pemilik kontrakan menaikan harga terlalu tinggi karena warung sering ramai,” ujarnya saat ditemui Wartawan.
Karnalis, Suami dari Azimar mengaku kewalahan melayani pelanggan, sehingga sekarang ini memiliki 6 karyawan yang membantu pekerjaannya.
“Pelanggan sering minta di dahulukan, kadang sekali membeli 15 bungkus satu orang, jadi kita kewalahan menghadapi tuntutan pelanggan, tapi kami senang bisa berbagi kenikmatan lewat makanan yang kami racik dengan sepenuh hati,” ujarnya.
Fenomena viralnya warung ini berawal dari mulut ke mulut, hingga menarik perhatian masyarakat Riau, lebih tepatnya di daerah Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu. Truk-truk besar pun sering singgah untuk mencicipi masakan kampung halaman.
Pengamat kuliner lokal, Riszuan HS, menilai bahwa tren ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap kuliner tradisional yang autentik.
“Warung-warung kecil dengan cita rasa asli daerah punya peluang besar di tengah tren makanan cepat saji,” ujarnya.
Kini, warung nasi khas Pariaman tersebut tidak hanya menjadi tempat makan, tetapi juga simbol rindu kampung halaman bagi para perantau Minang di Riau.
Jurnalis Dodi.