FORWARSPAMS : Soroti Dugaan “PUNGLI” Anggaran Distribusi Sampah Dan Penarikan Iuran Retribusi Tanpa Kwitansi Di Unit Kebersihan Pagar Merbau.

Berita, Daerah223 Dilihat

Deli Serdang- TransTV45.com|| Pesatnya progres pembangunan kawasan Pagar Merbau City yang digagas Camat Pagar Merbau Junaidi,SE.,M.Si., saat ini bakal terganggu dengan adanya dugaan kebocoran anggaran distribusi sampah di unit kebersihan Pemerintah Kecamatan Pagar Merbau Kabupaten Deli Serdang.

Hal ini diketahui awak media dari informasi adanya pemecatan terhadap supir truk pengangkut sampah AA warga Desa Tanjung Mulia Kecamatan Pagar Merbau,yang diduga telah melakukan manipulasi distribusi pengangkutan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang berada di Desa Tadukan Raga Kecamatan STM.Hilir Kabupaten Deli Serdang.

Kasi Kebersihan Kecamatan Pagar Merbau M.Zulpan,ST.,saat dikonfirmasi awak media via WhatsApp,Jum’at (07-11-2025). Membenarkan bahwa telah dilakukan pemutusan hubungan kerja terhadap AA supir truk pengangkut sampah.Adapun alasannya yang bersangkutan diduga telah memanipulasi pendistribusian sampah ke TPA.

Zulpan menjelaskan,mobil pengangkut sampah milik Pemerintah Kecamatan Pagar Merbau Nopol.BK 9332 M hanya beroperasi satu kali setiap harinya membuang sampah ke TPA dan maksimal 25 hari kerja setiap bulannya.Terdapat selisih data yang signifikan antara daftar absensi pekerja dengan daftar penerimaan sampah di TPA.

Dari data UPT.TPA Tadukan Raga, pendistribusian sampah dari Kecamatan Pagar Merbau dari juli, Agustus, September 2025 ke TPA rata rata hanya sebanyak 13 sampai dengan 14 kali.Menurut Zulfan hal ini sudah terjadi sekitar 21 bulan.Pemerintah Kecamatan Pagar Merbau sudah menghitung nilai kerugian sebesar Rp.31.000.000,- yang terdiri dari perhitungan biaya transportasi (bahan bakar).

“Setiap bulan rata rata hanya 13 kali pendistribusian sampah ke TPA.Terhitung selama 21 bulan.Kerugian sebesar Rp.31.000.000,-.Saat ini AA sudah diberhentikan “terang Zulpan.

AA yang turut dikonfirmasi,Sabtu (08-11-2025) membantah tudingan bahwa ia telah memanipulasi distribusi sampah ke TPA.Menurutnya,ia sudah melakukan pekerjaannya sesuai SOP.Terkait adanya data yang tidak terinput disebabkan karena masalah teknis di UPT.TPA Tadukan Raga.

“Saya tidak terima dituduh melakukan manipulasi… apalagi terhitung sejak saya mulai bekerja.Ini fitnah”,Ucap AA.

AA mengatakan sudah bekerja sebagai supir pengangkut sampah sejak masa Camat Ibnu Hajar dan Wahyu Rismiana.AA merasa heran jika baru bekerja sekira 5 bulan dibawah kepemimpinan Camat Junaidi,SE.M.Si., tapi dituduh selama 21 bulan telah melakukan manipulasi distribusi sampah ke TPA.Sedangkan dimasa Camat Wahyu Rismiana tidak ada satupun teguran apalagi tuduhan terkait kinerjanya.

AA sudah melakukan klarifikasi kepada Kasi Kebersihan Kecamatan Pagar Merbau terkait adanya selisih data distribusi sampah dengan disertai Surat dari Kepala UPT.TPA Tadukan Raga yang menerangkan adanya data yang tidak terinput karena kendala teknis di TPA.Namun penjelasan AA tetap ditolak oleh Kasi Kebersihan M.Zulpan.AA tetap diminta untuk mengembalikan dana sebesar Rp.31.000.000,- kepada Zulpan jika ingin bekerja lagi.

“Saya merasa diperlakukan tidak adil oleh Kasi Kebersihan dan Camat Pagar Merbau…tuduhan ini sudah mencoreng nama baik saya”,ucap AA dengan mata berkaca kaca.

AA kembali menuturkan,ada 4 orang yang bertugas mengangkut sampah.Selain dirinya sebagai supir ada 3 orang yang bertugas sebagai kernet (mengangkat sampah) yaitu Ar,Ag dan On.AA mengaku ikhlas jika benar ada kelalaian yang dilakukannya,ia diberikan sanksi oleh pihak pemerintah kecamatan Pagar Merbau.Namun ia berharap sanksi ini juga diberlakukan kepada ke 3 orang kernet yang bekerja bersamanya.

“Kalau saya dipecat,mereka juga harus dipecat…jika saya disuruh ganti rugi,mereka juga harus ganti rugi.Kami kan satu paket”, ucap AA.

AA juga menyatakan bahwa setiap bulannya ia menyetor dana sebesar Rp.3.500.000,- kepada Kasi Kebersihan hasil dari kutipan retribusi sampah rumah tangga.Saat ditanya awak media apakah kutipan tersebut sifatnya resmi menggunakan kwitansi atau hanya partisipatif,AA menjawab “kutipan tersebut sebagian besar tidak menggunakan kwitansi”.

Berdasarkan keterangan dari AA,awak media kembali melakukan konfirmasi via WhatsApp kepada Kasi Kebersihan Kecamatan Pagar Merbau,Senin (10-11-202) terkait dugaan keterlibatan Ar,Ag dan On.Apakah ke 3 orang kernet tersebut sudah diperiksa dan turut diberikan sanksi.

“Aku hanya melanjutkan perintah Pak Camat,bang.Karena menurut Pak Camat, Supirlah yang bertanggung jawab atas truk dan krunya”,balas Zulpan.

Menyoroti hal ini,Ketua Forum Wartawan LSM Pagar Merbau Sekitarnya (FORWARSPAMS) Suleno,Jum’at (14-11-2025) angkat bicara; menyayangkan adanya dugaan kebocoran anggaran di unit kebersihan Pemerintah Kecamatan Pagar Merbau.Salah satu penyebab karena kurangnya fungsi pengawasan dari Pemerintah.

“Sudah 21 bulan baru ketahuan…ini kelalaian”,ucapnya.

Menurut Ketum FORWARSPAM Suleno, saat ini sudah ada teknologi (aplikasi) yang bisa digunakan untuk memantau pergerakan mobil pengangkut sampah.

Namun demikian, Suleno meminta Camat Pagar Merbau untuk berhati hati dalam mengambil keputusan, terlebih ini merupakan tuduhan serius yang ditimpakan kepada AA.

“Ini tuduhan serius,harus dibuktikan secara objektif agar tidak merugikan sebelah pihak”,ucap Suleno.

Suleno berpendapat jika dugaan manipulasi distribusi pengangkutan sampah ke TPA terbukti benar, kerugian bukan hanya dihitung berdasarkan biaya transportasi (bahan bakar) tetapi juga terkait perhitungan honor (gaji) supir maupun 3 orang kernet tersebut.Potensi kebocoran anggaran hampir mencapai 100 juta rupiah.Dalam hal ini ke 3 orang kernet juga harus diberikan sangsi terkait kelebihan pembayaran honor.

Forwarspams juga turut mempertanyakan terkait informasi adanya kutipan retribusi sampah tanpa kwitansi yang setiap bulan disetorkan oleh AA ke Unit Kebersihan Kecamatan Pagar Merbau.Menurut Suleno hal ini merupakan kejanggalan dan harus diusut.

“Kami akan melaporkan hal ini ke inspektorat Kabupaten Deli Serdang”,tegas Suleno.

FORWARSPAM

( D.51L )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *