
Belitung TrensTV45.com // Tak terasa senja ini adalah senja terakhir di tahun 2025, Komite Reformasi Untuk Belitung Masa Depan (KRUBMD) sebagai wadah perjuangan masyarakat Belitung, untuk mengawal dan memperjuangkan aspirasi rakyat Belitong dalam segala bidang untuk Kemashalatan dan Kesejahteraan seluruh masyarakat di Belitung.
Kepada TrensTV45.com Kordinator Komite Reformasi Untuk Belitung Masa Depan dalam hal ini di Wakili oleh Sabriansyah SKM, Suryadi Saman dan Drs.Abdul Hadi,mengatakan bahwa dalam menyambut tahun 2026 ini kami memberikan Refleksi akhir tahun yang menurut pandangan kami tahun 2026 nanti merupakan tahun ujian adat bagi masyarakat Belitung.
“Bagi manusia yang berfikir banyak peristiwa yang telah terjadi di tahun 2025 yang dapat di jadikan sinyal dan pelajaran untuk pedoman di tahun 2026″., bagi Belitong baik sebagai pulau maupun Urang Belitung, paling tidak ada dua catatan penting yang menurut pandangan kami, patut untuk dimaknai dalam menjalani tahun yang baru,” ujar Sabriansyah.
“Yang pertama dan yang selalu ada sepanjang sejarah umat manusia,adalah konflik ruang atau konflik lahan.,dalam dimensi ruang,Belitong,sebagai sebuah pulau sudah jelas dibatasi oleh laut,sehingga keterbatasan lahan akan selalu memicu konflik,baik lahan sawit,lahan tambang, lahan wisata,pasti akan terus menjadi masalah di pulau ini,karena permasalahan utamanya adalah rasa ketidak adilan.,
Yang kedua adalah konflik politik lokal.,sejarah politik lokal di Belitong selalu bermuara kepada, takut kan antu tepelok kan bangkai, sejak urang bangkak mengajak urang belitong untuk membentuk propinsi sendiri (Ikrar Tanjong Kelayang), yaitu dengan iming-iming kesetaraan semu,sejak itu pulalah cempedak bungkok ini selalu merasa dimanfaatkan daripada memanfaatkan kehadiran sebuah otonomi baru yang disebut propinsi, ” terang Sabriansyah SKM.
“Konflik maraton Gubernur dan Wakil Gubernur yang sudah berbulan bulan manggung dalampolitik lokal Bangka Belitung, adalah ibarat sebuah cermin yang kalau urang Belitong tidak menyadarinya,pasti akan membelah rasa ke*belitong*an.bagi urang belitong, secara adat sebenarnya pasangan ini sudah selesai, pasangan ini pernah secara adat betare meminta restu untuk memimpin urang belitong,dan beberapa waktu lalu,salah satu pasangan secara ikhlas dan sukarela telah mulangkan runut,pertanda bahwa secara adat, pasangan ini sudah tidak ada,” jelas perwakilan Kordinator KRUBMD.
“Pertanyaan yang tersisa adalah bagaimana urang belitong yang katanya beradat dan bermarwah tinggi ini menyikapi pasangan yang sudah bubar secara adat ini.,tanpa bermaksud mendahului,nampaknya tahun baru 2026 ini,akan menjadi tahun ujian adat bagi urang belitong,” tambahnya.
“Ibarat lagu Brury:semua terserah padamu,aku begini adanya…Selamat Menjalani Tahun 2026,” tutup Sabriansyah SKM.
HS & Tim Redaksi





