Puluhan H,a Tanaman Sagu Sawah dan Tambak Ikan di Kecamatan Batu Puti Terancam Punah .

Berita, Daerah49 Dilihat

Kolaka Utara Sultra –TransTV.45com|| Aktivitas  pertambangan  nikel di kecamatan batu Puti  kabupaten Kolaka Utara  di  duga   keras  telah  menyebabkan, kerusakan lingkungan  secara serius yang  berdampak lansung,aspek  kehidupan masyarakat sekitar

sejumlah desa seperti desa mosiku tetebao lelewawo dan sekitarnya,  kini memdapat ancaman serius, hilangnya penghidupan masyarakat sekitar akibat dampak pencemaran limbah tambang yang menutupi areah perkebunan sagu, sawah dan tambak ikan,

hasil pantauan tim media warta global, tv kali ini telah menemukan puluhan H,a perkebunan sagu sawah dan tambak ikan air tawar tertutup lumpur yang di duga keras  berasal dari aktivitas produksi  pertambangan nikel  kondisi ini menyebabkan, lahan lahan warga sekitar tidak lagi produktif bahkan terancam rusak permanen

salah satu korban dampak adalah ibu wende bue 82 tahun seorang lansia bersatatus janda yang tinggal di desa mosiku selama puluhan tahun. kehidupan sehari harinya mengandalkan kebun sagu dan sawah sebagai sumber kehidupan namun kini pohon pohon sagu yang sebelumya tumbuh subur berdaun lebar tapi saat ini telah berubah menjadi kerdil berdaun keriting bahkan sebagian besar telah mati,

padahal sagu adalah komunitas utama masyarakat desa mosiku  baik sumber pangan pokok maupun  sumber ekonomi melalui penjualan daun sagu yang di olah menjadi ataf rumah

tanaman sagu telah menjadi warisan budaya dan sumber kehidupan bagi masyarakat sekitarnya secara turun temurun  selama ratusan tahun tanaman sagu adalah tanaman tradisional  warisan budaya yang Aharus  di jaga kelestariannya bukan mau di  punahkan

kerusakan serupa juga di alami sektor per ikanan tambak ikan air tawar,  ibu pipa (70 ) tahun seorang ibu lansia pengelolah tambak ikan memgaku tambaknya  kini sudah tidak dapat lagi di gunakan akibat di penuhi lumpur limbah yang berasal dari perusahaan tambang.

parah petani sawah pun mengalami hal serupa, sebelum ada aktivitas pertambagan  berlansung warga petani  rutin membuka lahan setiap musim tanam tiba tapi saat ini petani haya menyaksikan sawah sawah mengering akibat tertutup lumpur  sehingga mengakibatkan gagal tanam dan kehilangan pendapatan

aktivitas pertambang tersebut  berkaitan dengan sejumlah perusahaan mitra PT. Kasmar Tiar raya yang berofrasi di wilayah isin usaha pertambangan ( IUP )PT.  kasmar Tiar raya  sebagai pemilik isin usaha pertambangan IUP.

berdasarkan SK, Mentri investasi / BKPM/ namor. 788/ 1 / IUP / PMDN /  2021 . tertanggal 31 Agustus 2021 dengan konsesi  mencapai 955 Hektore

tokoh masyarakat desa mosiku Anton saat di kompirmasih oleh tim  Trans tv, 45.com

Anton menjelaskan, bahwa semenjak adanya  aktivitas pertambagan berofrasi kami masyarakat desa mosiku merasakan dampak  lingkungan, yang sangat berat mulai dari debu yang mencemari udara hingga lumpur limbah yang menutupi perkebunan sagu sawah dan tambak ikan warga.

mata pencaharian kami  praktis terputus akibat yang di timbulkan dampak yang mencemari linglunggsn

uang debu yang di beri perusahaan tidak seimbang dengan penghasilan kami sebelumya

Anton juga meyoroti dugaan tidak di jalankan kewajiban perusahaan  pemberdayaan masyarakat di sekitar pertambangan seharusnya  memperoleh mampaat yata berupa bantuan pendidikan bantuan kesehatan dan peningkatan ekonomi  bantuan usaha mikro serta pemberdayaan husus lansia kelompok rentan

masyarakat berharap kepada  pemerintah daerah aparat  penegak hukum serta kementrian terkait agar segerah turung lapangan  melakukan audit lingkungan dan evaluasi  izin pertambagan  guna  mencegah kerusakan yang lebih meluas

Tiem media Trans tv,45. com  akan tetep aktif dalam menghimpun data data sesuai pakta yang aktual guna penayangan  berita selanjutmya

berita ini di terbit kan blm ada klripikasi dari pihak PT, Kasmar Tiar raya berhubung  tidak seorang pun yang bisa di temui oleh pihak  media ini ,

humas PT, Kasmar Tiar raya  telah di hubunggi berkali kali namun  tidak ada tanggapan yg pasti.dan tidak dapat memberikan klaripikasi  bersambung edisi lebih lengkap

kordinator Sultra:

( Muh Jamal )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *