Jembatan Bantanan 1 Kurang Terawat, Mahasiswa Minta Perhatian Pemerintah

Sambas, TransTV45.com. : Kondisi Jembatan Bantanan 1 yang menjadi penghubung antara Desa Mekar Sekuntum, Kecamatan Teluk Keramat dan Desa Tri Kembang, Kecamatan Galing, kini memprihatinkan. Di sepanjang sisi jembatan terlihat semak belukar dan rumput liar tumbuh cukup lebat hingga mendekati badan jalan.(Sabtu,7 Februari 2026)

Berdasarkan pantauan di lapangan, tanaman liar tersebut membuat area sekitar jembatan terkesan kurang terawat. Selain mengganggu estetika, semak yang menjulang di sisi kiri dan kanan berpotensi mengurangi jarak pandang pengendara, terutama bagi pengendara sepeda motor yang kerap melintas setiap hari.

Jembatan rangka baja ini merupakan jalur vital bagi aktivitas warga dua desa, baik untuk keperluan bekerja, sekolah, maupun distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok. Meski badan jalan jembatan masih tampak dalam kondisi baik dan beraspal mulus, keberadaan semak belukar di pintu masuk hingga sisi jembatan dinilai bisa menimbulkan risiko keselamatan jika dibiarkan terus tumbuh.

Sejumlah warga berharap adanya perhatian dari instansi terkait agar dilakukan pembersihan rutin di sekitar jembatan. Mereka menilai perawatan lingkungan jembatan sama pentingnya dengan perawatan konstruksi, demi kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

“Jembatan ini akses utama kami. Kalau semaknya makin lebat, takutnya nanti mengganggu pengendara atau jadi tempat hewan liar,” ujar salah satu warga yang melintas.

Kelvin, seorang mahasiswa asal Kabupaten Sambas, turut menyoroti kondisi Jembatan Bantanan 1 yang dinilainya mulai luput dari perhatian.

Ia menyebut jembatan tersebut merupakan salah satu jembatan terpanjang di Kabupaten Sambas setelah JSSB, sehingga seharusnya mendapat perawatan yang lebih serius.

“Kalau dilihat dari kondisi sekarang, jembatan ini mulai memudar. Tidak ada penerangan, sampah berserakan, cat rangka baja juga sudah mulai pudar. Ini jembatan penting, tapi kesannya seperti dibiarkan,” ujar Kelvin.

Menurutnya, pihak-pihak terkait seharusnya lebih peka dan bertindak lebih dulu tanpa harus menunggu keluhan masyarakat.

“Seharusnya ada tanggapan dan tindakan sebelum masyarakat bersuara. Jangan sampai baru sibuk setelah ramai dibicarakan. Hal lucu, jembatan sepenting ini malah terkesan kurang diperhatikan,” tambahnya.

Warga berharap pemerintah desa maupun dinas terkait dapat segera melakukan penertiban dan pembersihan area Jembatan Bantanan 1 agar fungsinya sebagai penghubung antarwilayah tetap optimal dan aman dilalui.

Mulyono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *