
HAMPARAN PERAK – Transtv45.com|| Wajah baru infrastruktur pesisir Deli Serdang kini benar-benar terasa. jembatan megah di Kecamatan Hamparan Perak resmi difungsikan, menandai lompatan besar konektivitas desa sekaligus simbol kebangkitan ekonomi masyarakat pesisir.Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Deli Serdang dr H Asri Ludin Tambunan bersama Wakil Bupati Lom Lom Suwondo SS, Kamis (12/2/2026). jembatan tersebut adalah Jembatan Parit Kolok di Desa Lama.
Tak sekedar penghubung, kehadiran jembatan ini menjadi penanda kuat keseriusan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dalam mempercepat pembangunan infrastruktur wilayah pesisir yang selama ini menjadi urat nadi aktivitas masyarakat.

Bupati menegaskan, pembangunan akses antar wilayah bukan hanya soal jalan dan beton, melainkan tentang membuka pintu masa depan.
“Kami berharap pembangunan yang menghubungkan akses antar wilayah bisa semakin baik. Bukan hanya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, tapi juga menjadi ikon daerah itu sendiri,” ujar Bupati.
Menariknya, jembatan dibangun dengan sentuhan arsitektur bernuansa Melayu. Ini bukan sekadar estetika keindahan , tetapi pesan kuat tentang identitas dan sejarah daerah.
“Kita ingin pembangunan itu juga membangun peradaban, menunjukkan identitas daerah, dan menjadi kebanggaan masyarakat. Identitas awal daerah ini adalah Melayu,” tambah Bupati.
Dengan desain yang khas, jembatan-jembatan ini bukan hanya jalur transportasi, tetapi juga landmark baru yang memperindah kawasan sekaligus memperkuat jati diri budaya lokal.
Perubahan paling mencolok terlihat pada Jembatan Parit Kolok. Sebelum direhabilitasi, jembatan tersebut masih menggunakan pelat besi dengan kondisi yang memprihatinkan dan berisiko bagi kendaraan bertonase besar.
“Seingat saya, jembatan lama kondisinya tidak begitu baik dan masih berupa plat besi. Kalau dilewati kendaraan berat tentu sangat riskan. Sekarang dengan jembatan yang sudah bagus, hasil-hasil bumi dengan tonase lebih besar bisa lewat dengan aman,” jelas Bupati.

Kini, struktur jembatan jauh lebih kokoh, lebih lebar, dan lebih tinggi. Distribusi hasil pertanian, perkebunan, dan komoditas masyarakat diyakini akan jauh lebih lancar. Dampaknya bukan hanya pada efisiensi angkut barang, tetapi juga pada naiknya nilai ekonomi desa.
Pemkab Deli Serdang optimistis, perbaikan akses ini akan mempercepat pertumbuhan ekonomi desa dan membuka peluang investasi yang lebih luas. Jalur yang sebelumnya menjadi hambatan, kini berubah menjadi jalur percepatan pembangunan.
Namun Bupati juga mengingatkan, pembangunan tidak akan berarti tanpa kesadaran masyarakat untuk menjaga fasilitas bersama.
“Jangan sampai terjadi vandalisme. Ini dibangun dengan uang rakyat. Jangan dikotori dan jangan dirusak. Kita ingin jembatan ini tetap indah dan bermanfaat hingga bertahun-tahun ke depan,” tegasnya.
Kehadiran jembatan baru langsung dirasakan manfaatnya oleh warga. Dede, warga Desa Klumpang Kebun, mengaku kondisi jembatan lama sangat mengkhawatirkan.
“Dulu kalau kendaraan lewat hati-hati kali lah. Pinggirannya sudah keropos. Sekarang lebih tinggi, lebih lebar, dua kendaraan bisa lewat. Jauh lebih aman,” katanya.
Hal serupa disampaikan Dina, warga yang hadir dalam peresmian. Menurutnya, akses yang lebih baik tidak hanya memudahkan pekerja, tetapi juga siswa sekolah.
“Alhamdulillah jembatan kami sudah baru, jalannya juga sudah diaspal. Sekarang lebih cepat kalau mau keluar desa. Kami cuma berharap ada penerangan dan keamanan juga, takut begal,” ujarnya.
Peresmian dua jembatan ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan di Deli Serdang tidak berhenti pada wacana. Dari struktur baja dan beton itu, berdiri harapan baru, denyut ekonomi baru, dan kebanggaan baru bagi masyarakat pesisir Hamparan Perak.
P2BMI/IGB
( Ben.S )





