Namlea
Transtv45.com || Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Buru menggelar Musyawarah Daerah (Musyda) IX dengan mengusung tema “Pemuda Negarawan untuk Bupolo Berseri”.
Forum lima tahunan itu menjadi momentum konsolidasi kader untuk memperkuat arah gerakan dakwah, kaderisasi, dan kontribusi sosial kepemudaan di Pulau Buru.
Ketua Panitia Musyda IX, Firman Masbait, menegaskan tema yang diangkat bukan sekadar slogan seremonial, melainkan cerminan komitmen kader dalam membangun daerah.
“Pemuda Negarawan adalah kader yang matang secara ideologi, kritis dalam berpikir, santun dalam bersikap, dan tuntas dalam kerja-kerja keumatan. Sedangkan Bupolo Berseri menjadi cita-cita bersama untuk mewujudkan Buru yang bersih, religius, sejahtera, dan mandiri,” kata Firman.
Musyda IX dihadiri pimpinan cabang se-Kabupaten Buru, organisasi otonom Muhammadiyah, hingga unsur pemerintah daerah. Dalam forum tersebut, Pemuda Muhammadiyah Buru menitikberatkan tiga fokus gerakan utama untuk lima tahun ke depan.
Pertama, penguatan ideologi dan kaderisasi melalui pengokohan pemahaman Islam Berkemajuan sekaligus memastikan regenerasi kepemimpinan berjalan hingga tingkat ranting, termasuk di wilayah pesisir dan pedalaman Pulau Buru.
Kedua, pengembangan dakwah inovatif dan literasi digital. Pemuda Muhammadiyah didorong menjadi pelopor dakwah digital yang kreatif, edukatif, dan tetap berpijak pada nilai-nilai persyarikatan di tengah derasnya arus media sosial.
Ketiga, penguatan kemandirian ekonomi dan kontribusi sosial berbasis potensi lokal seperti sektor perikanan, kelapa, cengkeh, hingga ekowisata Teluk Kayeli.
Gerakan tersebut diarahkan agar kader tidak hanya aktif dalam ruang diskusi, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.
Firman menegaskan, Musyda IX bukan semata agenda pemilihan ketua baru, tetapi ruang merumuskan arah perjuangan organisasi ke depan.
“Kita ingin setiap kader Pemuda Muhammadiyah di Buru memiliki mental negarawan, yakni mendahulukan kepentingan umat dan daerah di atas kepentingan pribadi. Balobe, baku dapa, baku biking bae untuk Buru,” ujarnya.
Melalui Musyda IX, Pemuda Muhammadiyah diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan yang kolaboratif dan progresif dalam menjawab tantangan daerah, mulai dari pemerataan pendidikan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga menjaga harmoni sosial di Pulau Buru.
S. Adam









