Morowali – Transtv45.com|| Sejumlah warga Desa Topogaro, Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali, menyoroti dugaan penyalahgunaan sejumlah dana yang berkaitan dengan aktivitas perusahaan tambang nikel, chrom, di wilayah mereka.
Berdasarkan hasil investigasi tim di lapangan, warga mengaku kecewa lantaran manfaat dari keberadaan perusahaan tambang nikel, chrom dinilai belum dirasakan secara merata oleh masyarakat yang berada di sekitar area operasional.
Beberapa warga yang ditemui awak media menyampaikan sejumlah keluhan, di antaranya terkait dugaan pengelolaan dana ganti rugi lahan, kompensasi debu, hingga program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).
“Dana ganti rugi lahan diduga hanya dikelola oleh kepala desa Topogaro bersama pihak tertentu, sementara masyarakat yang merasa memiliki hak mengaku belum mendapatkan penjelasan yang transparan,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Keluhan serupa juga disampaikan terkait dana kompensasi debu yang disebut-sebut diberikan perusahaan tambang NIKEL dan masuk dalam anggaran desa. Warga menilai dana tersebut tidak dirasakan secara langsung oleh masyarakat yang terdampak aktivitas tambang Nikel(Chrome), didesa Topogaro Kecamatan Bungku Barat.
“Debu kami yang hirup setiap hari, tapi masyarakat justru tidak tahu ke mana dana kompensasi itu disalurkan,” ungkap warga lainnya.
Tak hanya itu, program CSR dari perusahaan tambang juga turut menjadi sorotan. Warga menilai bantuan yang seharusnya dapat mendukung kesejahteraan masyarakat belum berjalan secara maksimal dan diduga tidak disalurkan secara transparan.
Masyarakat berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait dapat turun tangan melakukan audit serta penelusuran terhadap pengelolaan dana yang bersumber dari aktivitas perusahaan tambang di Desa Topogaro.
“Kami hanya ingin ada keterbukaan. Jika memang ada dana dari perusahaan, masyarakat harus tahu peruntukannya,” tegas warga.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Topogaro belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan tersebut. Awak media masih berupaya melakukan konfirmasi guna memperoleh klarifikasi lebih lanjut.
HMs





