Diduga Tukang Bangunan Rehabilitas Ruang Kelas SMP N 27 Batanghari Terkesan..! Tidak Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD)

Breaking News376 Dilihat

BATANG HARI- TRANSTV45.COM// Pembangunan Rehabilitas Ruang kelas SMP N 27 Batanghari, Dengan nomor kontrak: 050/04/SP-TENDER/PDK-PPD/2022, Pelaksanaan: CV, ARDIAN CIPTA KONSTRUKSI, Diduga dalam pengerjaannya tukang bangunannya tidak memiliki Alat Pelindung Diri (APD) Kamis (08/09/2022.

 

Saat awak media dan beberapa rekan aktivis melakukan kontrol sosial disalah satu sekolah SMP N 27 Batanghari Kecamatan Marosebo Ulu, Terlihat tukang bangunan yang tengah melaksanakan pekerjaan bangunan yang sama sekali tidak menggunakan alat pelindung diri, Keberadaan tenaga kerja dibidang kegiatan konstruksi selaku sumber daya yang dibutuhkan bagi kelanjutan pembangunan, perlu memperoleh perlindungan keselamatan kerja, khususnya terhadap ancaman kecelakaan kerja.

 

Hal ini juga disampaikan oleh Darmawansyaf selaku Humas LSM GERAK INDONESIA Provinsi Jambi” Dalam setiap Penyelenggaraan Usaha Jasa Konstruksi, Pengguna Jasa dan Penyedia Jasa wajib memenuhi Standar Keamanan, Keselamatan, Kesehatan, dan Keberlanjutan

selanjutnya perlu adanya konsep Perencanaan/Perancangan sampai tahap Pelaksanaan yang menekannya adanya sistim K3 ( Kesehatan dan Keselamatan Kerja ) yang tepat serta pengawasan yang baik.

 

“Salah satu contohnya Adalah setiap sarana pelindung bagi diri pekerja yang wajib digunakan untuk melindungi tubuh dari paparan bahaya secara langsung ketika melakukan pekerjaan, antara lain :

Topi pelindung kepala (helmet),

Pelindung mata spectacles/googles,

Pelindung mulut dan hidung (masker),

Pelindung telinga (ear plugs),

Pelindung/sarung tangan (safety gloves),

Selempang penahan tubuh (fullbodyharness),

Sepatu pelindung kaki (safety shoes),

Rompi keselamatan dll,

 

“Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang tepat, agar pekerja terlindung dari paparan bahaya dan risiko cedera dan/atau sakit akibat kerja,” Ungkapnya Darmawansyaf.

Saat berita ini diterbitkan Pihak pengawas pembangunan dan pihak konraktornya belum bisa dihubungi.

Reporter : M.rian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *