
Sambas, TransTV45.com – RSUD Sambas memberikan klarifikasi resmi terkait informasi pelayanan persalinan yang sempat viral di media sosial. Klarifikasi ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang berkembang serta memastikan masyarakat memperoleh penjelasan yang utuh dan berimbang.
Kepala Bagian Tata Usaha RSUD Sambas, H. Muhardi, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 20 Januari 2026 dini hari di IGD Maternal RSUD Sambas.
Menurut Muhardi, pasien yang datang ke IGD Maternal langsung mendapatkan pelayanan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Pemeriksaan awal dilakukan oleh bidan jaga guna memastikan kondisi ibu dan janin.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan medis saat itu, kondisi ibu dan janin dinyatakan normal dan belum memasuki fase persalinan aktif,” jelas Muhardi saat dikonfirmasi Rabu (21/1/2026).
Ia menegaskan bahwa petugas medis telah memberikan penjelasan secara terbuka dan lengkap kepada pasien serta keluarga terkait kondisi yang dialami. Pasien juga diberikan pilihan tindakan sesuai dengan kondisi medis yang ada.
“Pasien diberikan dua pilihan, yakni menunggu dan dilakukan observasi di rumah sakit, atau pulang ke rumah dengan catatan segera kembali ke rumah sakit apabila kontraksi semakin kuat atau sering,” ujarnya.
Muhardi menambahkan, keputusan untuk pulang merupakan hasil kesepakatan antara pasien dan keluarga setelah menerima penjelasan dari tenaga medis yang bertugas.
Lebih lanjut, Muhardi menjelaskan bahwa saat keluarga kembali datang ke IGD Maternal, petugas medis tetap berupaya memberikan penjelasan. Namun, pada waktu yang bersamaan terdapat pasien lain yang telah memasuki fase persalinan aktif sehingga membutuhkan penanganan segera.
“Dalam pelayanan kesehatan, keselamatan pasien adalah prioritas utama. Petugas wajib mendahulukan pasien dengan kondisi kegawatdaruratan lebih tinggi,” tegasnya.
Pihak RSUD Sambas menegaskan bahwa tidak ada unsur penelantaran dalam peristiwa tersebut. Seluruh pelayanan telah dilakukan sesuai prosedur medis dan mengacu pada prinsip triase kegawatdaruratan.
RSUD Sambas juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang beredar di media sosial tanpa konfirmasi resmi, serta mendorong masyarakat untuk menyampaikan keluhan melalui mekanisme pengaduan yang tersedia di rumah sakit.
“Kami tetap terbuka terhadap kritik dan masukan sebagai bahan evaluasi demi peningkatan mutu pelayanan ke depan,” pungkas Muhardi.
Mulyono









