KUALA TUNGKAL- TransTV45.com || Fenomena perselisihan antara murid dan guru yang berujung pada ranah pidana tengah menjadi sorotan tajam publik. Menanggapi hal tersebut, wakapolres Tanjab Barat, Kompol ANDI MUSAHAR SH mengambil langkah preventif dengan turun langsung memimpin apel pagi di SMA Negeri 1 Tanjab Barat, Rabu (11/2/2026).
Kehadiran orang nomor Dua di Polres Tanjab Barat ini dan diadakan diseluruh jajaran Polres Tanjab Barat , Suasana khidmat menyelimuti lapangan sekolah sejak pukul 07.00 WIB, diikuti oleh seluruh siswa, guru, serta staf administrasi yang tampak antusias menyimak arahan kepolisian.
Menyikapi Konflik Guru dan Murid
Dalam amanatnya, kompol andi musahar menekankan pentingnya menjaga etika dan harmoni di lingkungan sekolah. Ia menyoroti banyaknya kasus perselisihan antara guru dan murid yang belakangan ini kerap viral dan berakhir di jalur hukum.
Wakapolres menekankan bahwa sekolah adalah institusi moral, di mana setiap gesekan seharusnya diselesaikan dengan hati, bukan dengan laporan polisi.
Pesan kepada Siswa: “Hormati guru sebagaimana kalian menghormati orang tua di rumah. Jika ada teguran, jadikan itu bahan evaluasi diri, bukan alasan untuk melawan atau bertindak anarkis yang bisa menjerat kalian pada pasal penganiayaan atau perbuatan tidak menyenangkan.”
Pihak kepolisian mendorong penerapan Restorative Justice di lingkungan sekolah. Mari kita selesaikan masalah internal melalui mekanisme bimbingan konseling dan kekeluargaan sebelum melangkah ke proses hukum, agar masa depan anak didik kita tetap terjaga.”
”Kami ingin dunia pendidikan di Tanjab Barat tetap kondusif. Jangan sampai ada gesekan antara murid dan guru yang berdampak pada proses pidana. Sekolah adalah tempat menempa karakter, bukan tempat mencari masalah hukum,” tegas wakapolres.
Beliau juga mengingatkan para siswa agar tidak mudah terprovokasi oleh ajakan aksi unjuk rasa atau turun ke jalan. Menurutnya, fokus utama pelajar adalah mengukir prestasi, bukan terlibat dalam aktivitas politik praktis yang berisiko.
Literasi Digital dan Tiga Kunci Sukses
Didampingi Kasi Humas Polres Tanjab Barat, Ipda Ucen S. Kasih, Kapolres juga menyoroti penggunaan teknologi. Siswa diimbau bijak menggunakan smartphone agar terhindar dari jeratan UU ITE, seperti penyebaran hoaks dan cyberbullying.
wakapolres merangkum arahannya dalam tiga pesan utama yang harus dijiwai setiap siswa:
Restu Orang Tua: Sukses bukan hanya soal otak yang cerdas, tapi soal keberkahan dari doa orang tua.
Kedisiplinan: Patuhi aturan sekolah sebagai latihan dasar sebelum kalian terjun ke masyarakat yang lebih luas.
Etika dan Adab: Ilmu tanpa adab adalah kosong. Hormat kepada guru adalah kunci ilmu itu bermanfaat.
Dalam Pernyataanya kapolres berpesan
”Kami dari jajaran Polres Tanjab Barat tidak ingin melihat adik-adik sekalian harus berurusan dengan proses hukum hanya karena emosi sesaat. Mari kita ciptakan sekolah yang aman, nyaman, dan penuh kekeluargaan. Polisi adalah mitra sekolah, dan kami siap mengawal kalian menjadi pemimpin masa depan yang taat hukum.”
Apresiasi Pihak Sekolah
Kepala SMA Negeri 1 Tanjab Barat KADIMAN, S.T, M,Pd menyambut hangat kehadiran jajaran Polres. Pihak sekolah berharap sinergi ini dapat terus berlanjut guna membentengi siswa dari perilaku menyimpang serta memperkuat integritas karakter mereka.
Kegiatan ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh elemen pendidikan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat bahwa sinergi antara aparat penegak hukum dan sekolah adalah kunci dalam mencetak generasi emas yang taat hukum.
Humas Polres Tanjab Barat ( Ucenk/ Rusdi).
arifin









