
Batang Kuis -TransTV45.com|| Genap sudah satu tahun peristiwa dugaan upaya pembunuhan yang menimpa Abdul Hadi, warga Desa Paya Gambar, Kecamatan Batang Kuis, namun hingga kini para pelaku masih belum terungkap. Kasus yang terjadi pada Kamis malam, 12 Februari 2025 itu menyisakan luka fisik sekaligus trauma mendalam bagi korban.
Peristiwa berdarah tersebut terjadi usai Abdul Hadi pulang menunaikan salat Isya dari Masjid Istiqomah. Dalam perjalanan menuju rumahnya, korban yang mengendarai sepeda motor tiba-tiba dipepet dua orang tak dikenal yang berboncengan menggunakan sepeda motor jenis Honda Vario.
Tanpa banyak kata, salah seorang pelaku yang dibonceng langsung menyerang korban menggunakan senjata tajam jenis sangkur. Tikaman tersebut menghujam paha kanan Abdul Hadi hingga membuatnya terjatuh dari sepeda motor.
Meski dalam kondisi terluka, korban sempat berdiri dan menanyakan maksud para pelaku. Namun jawaban yang diterima justru mengerikan.
“Saya dengar mereka bilang, ‘Bunuh, habisi!’” ungkap Abdul Hadi mengenang detik-detik mencekam itu.
Alih-alih melarikan diri, korban mengaku sempat mendatangi kedua pelaku sambil menantang mereka. Namun kedua pelaku justru kabur melarikan diri ke arah Kota Batang Kuis. Abdul Hadi bahkan sempat mencoba mengejar meski dalam keadaan menahan sakit akibat luka tikaman, tetapi para pelaku berhasil lolos.
Kasus tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Batang Kuis dengan nomor laporan LP/B/29/II/2025/SPKT/Sek.Bt.Kuis/Polresta Deli Serdang/Polda Sumut. Namun, tepat setahun setelah kejadian, korban mengaku belum melihat perkembangan signifikan dalam pengungkapan kasus yang nyaris merenggut nyawanya itu.
“Sampai sekarang saya masih trauma. Setiap naik sepeda motor rasanya was-was, takut kejadian seperti itu terulang lagi,” ujar Abdul Hadi.
Ia juga mengaku kecewa karena para pelaku maupun dugaan aktor intelektual di balik peristiwa tersebut belum berhasil diungkap. Menurutnya, kejadian ini bukan sekadar tindak kekerasan biasa, melainkan sudah masuk kategori percobaan pembunuhan yang mengancam keselamatan warga.
Perasaan tidak aman masih terus menghantui korban dalam aktivitas sehari-hari. Luka fisik memang telah mengering, tetapi luka batin masih terasa.
Meski demikian, Abdul Hadi mengaku hanya bisa berharap pada proses hukum yang berjalan. Ia mendoakan agar penyidik, Kanit, dan Kapolsek Batang Kuis diberikan kemudahan, kekuatan, serta keberanian dalam mengungkap pelaku kejahatan tersebut.
“Semoga aparat penegak hukum diberi jalan untuk menangkap pelakunya. Saya hanya ingin keadilan,” tuturnya.
Kasus ini menjadi sorotan karena menyangkut rasa aman masyarakat di wilayah Batang Kuis. Warga berharap kepolisian dapat segera mengungkap motif, pelaku, serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat, agar tidak muncul anggapan bahwa pelaku kejahatan kekerasan bisa bebas berkeliaran tanpa tersentuh hukum.
Setahun berlalu, satu pertanyaan besar masih menggantung: siapa pelaku yang mencoba menghabisi nyawa Abdul Hadi di jalan gelap sepulang dari rumah ibadah?
Masyarakat kini menunggu jawaban tegas dari aparat penegak hukum.
P2BMI IGB
( Ilham Gondrong )









