
Jakarta, TransTV45.com. Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Kabupaten Sambas, Sunardi, menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III Serikat Buruh Migran Indonesia yang digelar di Pemalang pada 13 Februari 2026. Agenda nasional tersebut memuat sejumlah mandat strategis untuk penguatan organisasi dan perlindungan Pekerja Migran Indonesia, (15/2/2026).
Dalam forum Rakernas III, SBMI merumuskan beberapa poin penting. Pertama, pembentukan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) SBMI Provinsi Kalimantan Barat sebagai langkah konsolidasi organisasi di tingkat regional. Pembentukan DPW ini dinilai penting untuk memperkuat koordinasi advokasi dan pelayanan bagi PMI, khususnya di wilayah perbatasan.

Kedua, penguatan keanggotaan Koperasi SBMI serta pengelolaan unit usaha ekspedisi. Langkah ini diarahkan untuk membangun kemandirian ekonomi organisasi sekaligus memberikan layanan logistik yang lebih terjangkau dan aman bagi anggota.
Ketiga, Rakernas mengamanatkan inventarisasi dan pemetaan potensi PMI, khususnya pekerja sawit di luar negeri, guna mendorong perundingan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) atau Collective Bargaining Agreement (CBA) dengan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) maupun perusahaan sawit di negara penempatan. Upaya ini bertujuan memperkuat posisi tawar PMI dalam aspek upah, jaminan sosial, hingga perlindungan kerja.
Keempat, percepatan perekrutan anggota dari kalangan PMI purna maupun PMI aktif untuk memperluas basis keanggotaan dan memperkuat solidaritas organisasi.
Sebelum Rakernas III digelar, SBMI juga melaksanakan Jambore Pekerja Migran Indonesia di Desa Asemdoyong, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah dari tanggal 10 – 12 Pebruari 2026. Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam jambore tersebut, peserta melaksanakan aksi sosial berupa pembersihan sampah di kawasan wisata Pantai Muara Indah serta penghijauan dengan penanaman 1.000 pohon di area pesisir. Kegiatan ini menjadi simbol komitmen PMI tidak hanya pada isu ketenagakerjaan, tetapi juga terhadap pelestarian lingkungan.
Sunardi menyatakan kehadirannya dalam Rakernas III merupakan bagian dari tanggung jawab organisasi untuk memastikan aspirasi PMI, khususnya dari Kabupaten Sambas dan Kalimantan Barat, terakomodasi dalam kebijakan nasional SBMI.
Rakernas III SBMI diharapkan menghasilkan langkah konkret dalam memperkuat perlindungan, pemberdayaan ekonomi, serta peningkatan posisi tawar Pekerja Migran Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.
Mulyono






