
Tapung, (Kampar) TransTV45.com || Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Salah satunya di sekolah MTS Nurul Jadid, Desa Indra Sakti, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Riau, kembali menjadi sorotan setelah muncul dugaan ketidaksesuaian dalam penyajian menu kepada siswa.
Berdasarkan dokumentasi foto dan penelusuran di lapangan pada Sabtu (14/3/2026), menu MBG yang diterima sebagian siswa dilaporkan hanya berupa satu kotak susu UHT 250 ml dan satu butir telur rebus.
Temuan tersebut memunculkan pertanyaan dari sejumlah wali murid dan masyarakat, karena paket makanan yang dibagikan tidak dilengkapi label rincian harga maupun informasi nilai gizi.
Padahal, dalam berbagai kesempatan, pihak penyelenggara program MBG di tingkat pusat telah mengimbau agar setiap paket makanan mencantumkan rincian menu serta nilai gizi sebagai bentuk transparansi sekaligus memastikan kualitas gizi yang diterima siswa.
Namun dari hasil penelusuran di lapangan, SPPG Desa Indra Sakti diduga belum mengindahkan imbauan tersebut, karena paket makanan yang diterima siswa tidak disertai keterangan terkait harga menu maupun kandungan gizinya.
Selain menu harian tersebut, informasi yang dihimpun juga menyebutkan adanya pembagian paket makanan tambahan menjelang masa libur sekolah. Paket tersebut disebut berisi satu buah pir, dua buah apel, Satu buah Jeruk, satu bungkus kacang mente, dua kotak susu, serta satu bungkus roti dengan label harga Rp2.000.
Kondisi ini kembali memunculkan pertanyaan terkait mekanisme pembagian paket, standar menu, serta kesesuaian nilai anggaran program MBG yang seharusnya diterima siswa setiap hari.
Sejumlah pihak menilai transparansi dalam pelaksanaan program MBG sangat penting, mengingat program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi siswa melalui penyediaan makanan yang sehat dan bergizi.
Untuk memastikan keberimbangan informasi, Korwil Riau Media TransTV45.com telah menyampaikan konfirmasi resmi kepada Kepala SPPG Desa Indra Sakti, Ibuk Sari, terkait sejumlah hal, di antaranya:
• kebenaran menu MBG yang diterima siswa pada hari tersebut,
• alasan tidak dicantumkannya label rincian harga serta nilai gizi pada paket makanan,
• mekanisme pembagian paket makanan tambahan selama masa libur sekolah, serta
• kesesuaian menu yang dibagikan dengan standar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Namun hingga berita ini diterbitkan, Kepala SPPG Desa Indra Sakti, Ibuk Sari, belum memberikan tanggapan atau respon atas pesan konfirmasi yang disampaikan melalui aplikasi WhatsApp oleh Korwil Riau Media TransTV45.com.
Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pihak SPPG Desa Indra Sakti guna memberikan penjelasan kepada publik terkait pelaksanaan program tersebut.**
Korwil Riau, TransTV45.com
Adilman Koto







