Sungai Sariak Lumpo Punya Cara Sendiri Rayakan Idul Fitri: Bukan Sekadar Silaturahmi

Berita, Daerah3412 Dilihat

Sungai Sariak, (Lumpo) TransTV45.com || Pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1447 Hijriah di Kenagarian Sungai Sariak Lumpo, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, Jumat (20/3/2026), tidak hanya berlangsung khusyuk, tetapi juga menghadirkan tradisi sosial yang sarat makna. Masyarakat setempat menghidupkan kembali “Berlomba lomba menuju kebaikan”, sebuah kearifan lokal yang berperan dalam mendorong pembangunan masjid secara gotong royong.

 

Sejak pagi hari, ratusan jamaah telah memadati masjid THOIYIBAH untuk menunaikan Sholat Idul Fitri yang dimulai pukul 08.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 09.30 WIB. Suasana religius tampak kental, ditandai dengan kekhusyukan jamaah serta tingginya partisipasi masyarakat dari berbagai kalangan, termasuk para perantau yang pulang kampung.

 

Namun, Idul Fitri di Sungai Sariak Lumpo tidak berhenti pada pelaksanaan ibadah semata. Masyarakat menjadikan momentum ini sebagai ruang memperkuat interaksi sosial, khususnya dalam mengajak para perantau untuk turut berkontribusi dalam pembangunan masjid.

 

Tradisi yang dikenal sebagai “Berlomba lomba menuju kebaikan” ini dilakukan secara sederhana namun efektif. Warga saling berkomunikasi, menyampaikan informasi, serta mengajak dengan pendekatan persuasif kepada para perantau agar ikut ambil bagian dalam kegiatan sosial keagamaan.

 

Tidak ada mekanisme formal yang mengikat, namun nilai kebersamaan dan rasa memiliki terhadap kampung halaman menjadi kekuatan utama. Dalam praktiknya, tradisi ini mampu menggerakkan partisipasi kolektif yang berkelanjutan.

 

Sejumlah tokoh masyarakat menilai, keberadaan tradisi ini menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kesinambungan pembangunan masjid di nagari. Selain itu, kegiatan tersebut juga berfungsi sebagai sarana mempererat hubungan emosional antara masyarakat lokal dan perantau.

 

“Momentum Idul Fitri menjadi waktu yang tepat karena seluruh elemen masyarakat berkumpul. Di sinilah komunikasi terbangun dan kepedulian tumbuh,” ujar salah seorang tokoh masyarakat.

 

Lebih jauh, tradisi ini mencerminkan kuatnya nilai gotong royong yang masih terjaga di tengah masyarakat. Di saat modernisasi mulai menggeser pola interaksi sosial di berbagai daerah, Sungai Sariak Lumpo justru mampu mempertahankan kearifan lokal sebagai fondasi pembangunan berbasis komunitas.

 

Dengan memadukan nilai religius dan sosial, perayaan Idul Fitri di Sungai Sariak Lumpo tidak hanya menjadi simbol kemenangan spiritual, tetapi juga wujud nyata dari solidaritas masyarakat. Tradisi “Berlomba lomba menuju kebaikan” yang terus dilestarikan menjadi bukti bahwa kekuatan kolektif masih menjadi pilar utama dalam membangun nagari.**Adilmankoto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *