Pengecoran Tahap Keempat Rupang Buddha Nusantara Digelar di Palu

Berita, Daerah5581 Dilihat

PALU – Transtv45.com||  Pengecoran tahap keempat Rupang Buddha Nusantara dilaksanakan di Vihara Karuna Dipa, Jalan Sungai Lariang, Kota Palu.kegiatan ini bagian dari rangkaian pembuatan rupang berskala nasional dalam rangka peringatan 50 tahun Sangha Theravada Indonesia (STI).kegiatan di laksanakan Pada Hari Mingggu 12 April 2026.

Kegiatan ini dihadiri sekitar 40 bhikkhu dari berbagai daerah di Indonesia dan menjadi representasi Pulau Sulawesi dalam proses pembuatan rupang yang dilakukan secara bertahap di sejumlah wilayah.

Sebelumnya, pengecoran juga dilakukan di Medan (Sumatera), Bali, Samarinda (Kalimantan), serta akan dilanjutkan di Surabaya (Jawa), sebelum seluruh bagian disatukan di Jakarta.

Bhikkhu Dhammasubho Mahathera menyampaikan bahwa seluruh bagian Rupang Buddha Nusantara dijadwalkan akan dirangkai menjadi satu pada 21 Juni 2026 di Jakarta. Rupang tersebut memiliki tinggi sekitar 5 meter dan direncanakan ditempatkan di vihara yang berada di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Rupang Buddha memiliki makna penting sebagai simbol. Melalui rupang, umat tidak hanya mengenal ajaran Buddha, tetapi juga sosoknya. Ini menjadi bahasa simbol yang berkembang seiring penyebaran ajaran Buddha ke seluruh dunia,” ujarnya.

Ia menambahkan, keragaman bentuk rupang Buddha dari berbagai negara seperti India, Tiongkok, Jepang, Sri Lanka, hingga Nusantara merupakan bagian dari perkembangan seni dan budaya yang tidak perlu dipertentangkan.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Masyarakat Buddha Drs. Supriyadi, M.Pd menjelaskan bahwa pembuatan Rupang Buddha Nusantara merupakan bagian dari peringatan 50 tahun STI yang telah berdiri sejak 1976. Momentum ini dimaknai sebagai upaya memperkuat nilai-nilai keagamaan sekaligus pelestarian budaya.

Rupang tersebut diambil dari model (mockup) yang ditemukan di Candi Sewu. Sebelumnya, bagian kepala dan badan rupang ditemukan terpisah dalam kurun waktu yang cukup lama, sebelum akhirnya berhasil dipasangkan kembali melalui proses pengukuran yang cermat dan prosedural.

“Kami memastikan seluruh tahapan pembuatan dilakukan sesuai kaidah administratif dan teknis, sebagai bagian dari penguatan ekosistem moderasi beragama,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Daerah, Bhikkhu Chandakaro Mahathera, mengungkapkan bahwa kesiapan Palu sebagai lokasi pengecoran tahap keempat berawal dari komitmen yang disampaikan sekitar dua tahun lalu.

“Meski saat itu belum tergambar secara rinci, kami menyatakan siap. Dalam perjalanannya, persiapan kegiatan ini sangat besar dan melibatkan banyak pihak,” katanya.

Dalam satu bulan terakhir, panitia daerah melakukan berbagai persiapan, termasuk pengadaan perlengkapan teknis dan sarana persembahan puja yang sebagian didatangkan dari pusat.

Pengecoran tahap keempat ini menjadi bagian penting dari rangkaian pembangunan Rupang Buddha Nusantara sebagai simbol persatuan, spiritualitas, dan kekayaan budaya Indonesia. Seluruh proses diharapkan berjalan lancar hingga tahap penyatuan akhir di Jakarta dan penempatan di kawasan IKN.

Ruhts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *