Kejadian Berdarah di Kafe Remang: Warga Dibacok & Ditembak

Berita, Daerah1130 Dilihat

Deliserdang- Transtv45.com||
Malam yang seharusnya menjadi ajang hiburan berubah menjadi mimpi buruk berdarah. Tiga warga Desa Pasar Miring, Kecamatan Pagar Merbau, menjadi korban brutal pengeroyokan dan penganiayaan di sebuah kafe remang-remang yang berdiri di bekas rel kereta api (PJKA), tepatnya di Desa Timbang Deli Kecamatan Galang, Minggu (19/04) dini hari.

Korban Tr (56) mengalami luka bacok serius di kepala hingga harus mendapat 14 jahitan, disertai memar di bagian leher belakang akibat hantaman benda tumpul. Hingga kini, Tr masih menjalani perawatan intensif di Klinik Marhen karena terus mengalami pendarahan dari hidung dan diduga mengalami luka dalam.

Sementara itu, Dirga (20) mengalami luka tembak senapan angin di bagian paha. Ia telah menjalani operasi pengangkatan proyektil (memes) di salah satu rumah sakit di Lubuk Pakam dan kini dalam tahap pemulihan. Korban lainnya, Rn (37), mengalami luka memar di bagian wajah akibat pemukulan.

Dari keterangan korban Rn kepada awak media, peristiwa bermula sekitar pukul 01.00 WIB saat dirinya bersama rekannya sedang bersantai di salah satu kafe di lokasi tersebut. Tanpa peringatan, sekelompok orang tiba-tiba datang dan langsung melakukan pemukulan secara membabi buta.

“Saya tidak tahu apa penyebabnya. Tiba-tiba mereka menyerang saya. Karena takut, saya pura-pura pingsan. Saya tidak kenal mereka, tapi saya ingat ciri-cirinya,” ujar Rn.

Kericuhan tidak berhenti di situ. Tr yang berada di kafe sebelah, bergegas mendatangi lokasi setelah mendapat kabar bahwa keponakannya, Rn, dianiaya. Namun nahas, di tengah perjalanan ia justru dihadang sekelompok orang dan langsung diserang menggunakan senjata tajam diduga kapak serta benda tumpul hingga tak sadarkan diri.

Puluhan warga Pasar Miring yang mengetahui kejadian tersebut berupaya melakukan penyelamatan. Namun, mereka justru dihadang oleh kelompok yang diduga rekan para pelaku. Ketegangan sempat memuncak hingga terjadi adu mulut, sebelum akhirnya pecah tembakan senapan angin yang mengenai Dirga di bagian paha.

Situasi yang semakin mencekam memaksa warga mundur dan menyelamatkan korban yang terluka. Evakuasi terhadap Tr baru dapat dilakukan beberapa jam kemudian setelah kelompok penyerang meninggalkan lokasi.

Doyok, saksi mata yang turut mengevakuasi korban, mengungkapkan bahwa Tr ditemukan dalam kondisi tergeletak tak sadarkan diri di depan kafe dengan luka parah di kepala.

“Saat kami sampai, korban sudah tidak sadar dan darah terus keluar dari kepalanya. Kami langsung bawa pakai becak motor,” ungkap Doyok.

Peristiwa ini menuai kecaman dari berbagai pihak. Bambang, tokoh masyarakat Pagar Merbau, mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas kasus ini dan menangkap para pelaku.

Ia juga menyoroti sikap pemilik kafe yang dinilai tidak memiliki empati, karena diduga membiarkan korban terkapar berjam-jam tanpa pertolongan. Selain itu, Bambang meminta aparat turut menyelidiki legalitas usaha kafe tersebut, termasuk dugaan penjualan minuman beralkohol secara ilegal.

“Kami minta ini diusut sampai tuntas. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang. Periksa juga izin usaha kafenya,” tegas Bambang.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak keluarga korban berencana melaporkan kejadian tersebut ke Polres Deli Serdang. Mereka berharap para pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

( Tim )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *