Hari Posyandu di SBB, Yeni Asri Soroti Stunting hingga Nikah Dini

Daerah1032 Dilihat

Seram Bagian Barat,. Maluku
Transtv45.com || Peringatan Hari Posyandu, Selasa (29/4/2026), dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) untuk menegaskan ulang peran Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan dasar, sekaligus menggenjot penanganan stunting dan persoalan sosial lainnya.

Kegiatan yang dipusatkan di Dusun Taman Jaya, Desa Piru, itu dihadiri langsung Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu SBB, Yeni Rosbayani Asri.

Ia menegaskan, Posyandu bukan sekadar layanan kesehatan, melainkan pusat pelayanan terpadu berbasis masyarakat.

“Pelayanan kesehatan itu dimulai dari dasar. Dan di titik paling bawah ada kader Posyandu,” ujar Yeni.

Ia menekankan, keberhasilan layanan tidak bisa dibebankan hanya pada pemerintah daerah. Dukungan lintas sektor, mulai dari pemerintah desa hingga masyarakat, menjadi kunci.

“Ini tanggung jawab bersama. Tanpa koordinasi, pelayanan tidak akan maksimal,” tegasnya.

Dalam arahannya, Yeni menyoroti meningkatnya kompleksitas tugas kader Posyandu di tengah transformasi layanan. Karena itu, penguatan kapasitas kader dinilai mendesak.

Selain itu, ia mengingatkan dua isu krusial yang masih menjadi tantangan di SBB, yakni stunting dan pernikahan usia dini.

Menurutnya, pencegahan stunting harus dimulai dari keluarga, salah satunya dengan membiasakan konsumsi ikan sejak dini, mengingat potensi sumber daya laut SBB yang melimpah.

“Kandungan protein ikan sangat efektif mencegah stunting,” katanya.
Yeni juga mengingatkan risiko pernikahan dini yang berdampak pada kesehatan ibu, anak, dan kualitas generasi ke depan.

Sejalan dengan itu, Pemkab SBB terus mengoptimalkan penerapan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) sebagaimana diatur dalam Permendagri Nomor 13 Tahun 2024.

Posyandu kini diperluas fungsinya, tidak hanya di sektor kesehatan, tetapi juga pendidikan, sosial, hingga lingkungan dan perumahan.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapat layanan terpadu mulai dari pemeriksaan kesehatan, edukasi, hingga pemantauan lingkungan. Bantuan juga disalurkan kepada anak-anak yang mengalami stunting serta ibu hamil dan menyusui.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya percepatan penurunan stunting sekaligus penguatan Posyandu sebagai pusat layanan masyarakat yang terintegrasi.

Pemkab SBB menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat layanan dasar berbasis masyarakat guna menjawab tantangan pembangunan ke depan.

S. Adam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *