
BANTAENG, Transtv45.com|| – Aksi demonstrasi yang digelar sekelompok mahasiswa dari HPMB-Raya di depan Kantor Bupati Bantaeng, Sulawesi Selatan,Jalan,Andi mannappiang,pada Jumat sore, berakhir dengan ketegangan dan perselisihan dengan warga masyarakat. Peristiwa ini bermula dari tuntutan mahasiswa yang menagih janji politik pemerintah daerah untuk memperbaiki kondisi jalan di Desa Pa’bumbungan, Kabupaten Bantaeng.
Berdasarkan keterangan di lokasi, unjuk rasa berlangsung sekitar pukul 14.20 WITA. Situasi mulai memanas ketika peserta aksi berupaya membakar barang bekas di badan jalan, namun tindakan tersebut langsung dicegah oleh petugas kepolisian yang dibantu oleh warga sekitar. Ketegangan semakin meningkat saat salah satu mahasiswa memarkirkan sepeda motor jenis Scoopy berwarna merah marun tepat di tengah jalan, dengan rencana menutup akses utama jalur penghubung Bulukumba–Jeneponto.
Tindakan penutupan jalan ini langsung ditanggapi keras oleh masyarakat. Salah satu warga yang hadir di lokasi sempat menyampaikan pendapatnya, “Silahkan lakukan aksi mu yang penting jangan menutup jalan kendaraan yang mau lewat,” ujarnya, meminta agar aspirasi tetap disampaikan tanpa mengganggu kepentingan umum.
Puncak kemarahan masyarakat terjadi ketika seorang orator mahasiswa berbicara melalui pengeras suara dan melontarkan ucapan yang dianggap sangat menyinggung perasaan warga. Dalam orasinya, ia menyebut, “masyarakat yang hadir di tempat ini hanya kacung-kacung”. Pernyataan ini langsung memicu kemarahan massa warga yang tidak terima dihina, sehingga terjadilah adu mulut hingga saling dorong antar kedua belah pihak.
Melihat situasi semakin tidak terkendali, puluhan personel kepolisian dari Polres Bantaeng segera bersiaga dan berusaha keras melerai massa. Berkat pengamanan ketat petugas, bentrokan fisik dapat dihindari dan situasi akhirnya berhasil dikendalikan serta diamankan.
Setelah aksi selesai dan keadaan mulai tenang, kedua belah pihak yang terlibat sama-sama mendatangi kantor Polres Bantaeng. Pihak mahasiswa melaporkan adanya dugaan pengrusakan barang milik mereka. Di sisi lain, masyarakat juga tidak tinggal diam; seorang warga yang menjadi korban pemukulan dan mengalami luka fisik, secara resmi melaporkan kasus penganiayaan yang dialaminya kepada pihak berwajib.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian sedang memproses kedua laporan tersebut, mengumpulkan keterangan saksi serta bukti-bukti untuk menindaklanjuti kasus perselisihan dan kekerasan yang terjadi di tengah aksi unjuk rasa tersebut. Masyarakat diimbau tetap tenang dan menyerahkan penyelesaian masalah ini sesuai jalur hukum yang berlaku.
Editor: Jamal





