Masyarakat Soroti Proyek Irigasi Rawa Tebas Rp22 Miliar, Pertanyakan Mutu Pekerjaan dan Penerapan K3

Daerah1303 Dilihat

 Sambas,TransTV45.comProyek pembangunan Irigasi Rawa Tebas di Kabupaten Sambas yang menelan anggaran sekitar Rp22 miliar kembali menjadi sorotan. Muhlis mempertanyakan mutu dan kualitas pekerjaan proyek tersebut, termasuk dugaan minimnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lokasi proyek.(Senin,15 Juni 2026)

Menurut Muhlis yang memantau langsung di lokasi, proyek yang dibiayai dengan anggaran negara dalam jumlah besar harus dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis serta mengedepankan standar keselamatan kerja bagi para pekerja di lapangan.

“Kualitas pekerjaan harus menjadi prioritas, namun aspek keselamatan kerja juga tidak boleh diabaikan. Setiap pekerja berhak mendapatkan perlindungan sesuai standar K3 yang berlaku,” ujarnya.

Selain menyoroti kualitas pekerjaan, Muhlis mengungkapkan adanya dugaan pemasangan cerucuk yang tidak mencapai kedalaman dua meter serta adanya beberapa segmen pekerjaan yang diduga tidak dipasangi cerucuk. Temuan tersebut, menurutnya, perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan oleh pihak berwenang.

Tak hanya itu, Muhlis juga menyoroti kondisi para pekerja yang diduga tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) sebagaimana ketentuan K3 dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi. Ia menilai hal tersebut berpotensi membahayakan keselamatan pekerja dan menunjukkan lemahnya pengawasan di lapangan.

“Kami meminta pihak kontraktor dan pengawas proyek memastikan seluruh pekerja menggunakan perlengkapan keselamatan kerja yang memadai. Jangan sampai terjadi kecelakaan kerja akibat kelalaian dalam menerapkan K3,” tegasnya.

Muhlis berharap instansi terkait, konsultan pengawas, serta pihak pelaksana proyek melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan pekerjaan, baik dari sisi teknis konstruksi maupun penerapan standar keselamatan kerja.

Menurutnya, transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan proyek pemerintah sangat penting untuk memastikan anggaran yang digunakan memberikan hasil yang berkualitas serta bermanfaat bagi masyarakat, khususnya para petani yang akan memanfaatkan jaringan irigasi tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai sorotan yang disampaikan Muhlis. Masyarakat berharap adanya klarifikasi dan langkah konkret untuk memastikan proyek Irigasi Rawa Tebas senilai Rp22 miliar tersebut dikerjakan sesuai spesifikasi teknis dan standar keselamatan kerja yang berlaku.

Mulyono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *