
BANTAENG – Transtv45.com|| – Warga Desa Bonto Jai, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan kembali menggelar kegiatan positif yang penuh kekeluargaan. Selama berlangsung dari Selasa malam hingga dini hari Rabu, digelar secara resmi Turnamen Permainan Kartu Domino Sistem Tunggal (Single) dengan pola cari angka tertinggi atau yang akrab dikenal masyarakat setempat sebagai sistem Ganyo.
Kegiatan ini mempertemukan secara langsung warga dari tiga wilayah dusun yang ada di Desa Bonto Jai, berlangsung di halaman kediaman warga, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian memeriahkan acara pernikahan adik kandung tuan rumah.
Pertandingan diikuti secara antusias oleh puluhan peserta yang merupakan warga asli Desa Bonto Jai, yang terbagi utuh berdasarkan asal wilayah tempat tinggal masing‑masing, yaitu perwakilan Dusun Tino, Dusun Pati, dan Dusun Mattoanging.
Ketiga wilayah ini sejak lama dikenal memiliki ikatan persaudaraan yang sangat erat, dan melalui ajang olahraga pikiran ini, batas‑batas administratif dusun seolah lenyap, karena seluruh warga berbaur, duduk bersama, bersaing secara sehat, dan kembali menjadi satu kesatuan yang utuh dalam bingkai Desa Bonto Jai.
Secara teknis, pertandingan dilaksanakan dengan sistem permainan Domino Tunggal atau perorangan, bukan sistem regu atau beregu. Aturan main yang disepakati bersama dan diterapkan secara tegas oleh panitia pelaksana adalah sistem Ganyo, yaitu setiap peserta berusaha mengumpulkan dan meraih jumlah angka tertinggi dari setiap putaran kartu yang dimainkan.
Sistem ini dipilih karena sangat mengandalkan ketelitian, kesabaran, kecermatan menghitung, serta kejujuran setiap pemain, sehingga sangat cocok dijadikan sarana mengasah otak sekaligus menguji sportivitas warga. Panitia menegaskan sejak awal, seluruh pertandingan berjalan murni sebagai sarana hiburan sehat dan ajang silaturahmi, tanpa ada unsur perjudian maupun taruhan uang dalam jumlah besar yang dilarang aturan.
Seluruh rangkaian pertandingan berpusat di halaman rumah kediaman Bapak Amri, yang dalam kesempatan itu juga sedang menyelenggarakan hajatan besar pernikahan adik kandungnya. Keberadaan turnamen domino ini justru menjadi daya tarik tersendiri yang membuat suasana pesta pernikahan tampak jauh lebih meriah, hidup, dan penuh warna.
Mulai dari sore hari menjelang malam hingga larut malam berganti hari Rabu dini hari, halaman rumah itu terus dipadati oleh warga, baik yang bertanding secara resmi, para pendukung setia dari masing‑masing dusun, tetangga sekitar, kerabat jauh yang datang menghadiri undangan, hingga anak‑anak muda yang sekadar ingin menyaksikan jalannya pertandingan sambil berbincang hangat.
Tidak terlihat sekat pemisah antara yang tua maupun yang muda, antara tokoh masyarakat, perangkat desa maupun warga biasa; semuanya duduk berbaur dalam satu suasana yang sama, penuh tawa, penuh kehangatan, dan jauh dari kesan kaku maupun formalitas belaka.
Panitia pelaksana yang dibentuk secara swadaya oleh warga telah menyusun klasemen pemenang secara berjenjang lengkap mulai dari peringkat teratas hingga penghargaan penyemangat.
Berdasarkan hasil akhir perhitungan angka yang dicapai seluruh peserta setelah seluruh babak pertandingan usai sepenuhnya, berikut adalah daftar lengkap para pemenang yang berhak membawa pulang hadiah, piagam penghargaan dan pembinaan dari panitia serta tuan rumah:
1: JUARA 1 : Meraih angka tertinggi sepanjang pertandingan, berhak atas hadiah utama, uang sebagai pembinaan dan penghargaan dan penghormatan khusus dari seluruh warga
2: JUARA 2 : Berada di urutan kedua perolehan angka terbanyak, mendapatkan hadiah kedua, uang pembinaan sebagai penghargaan
3: JUARA 3 : Berada di urutan ketiga, mendapatkan hadiah ketiga, uang pembinaan penghargaan
JUARA HARAPAN 1 : Peringkat keempat sebagai penghargaan atas konsistensi permainan yang baik
JUARA HARAPAN 2 : Peringkat kelima sebagai bentuk apresiasi semangat bertanding
JUARA HARAPAN KHUSUS : Diberikan kepada peserta yang dinilai paling menjunjung tinggi sportivitas, kejujuran dan sikap terpuji sepanjang jalannya pertandingan
Seluruh hadiah diserahkan secara langsung di tengah‑tengah kerumunan warga nanti di hari malam pestanya
sebagai tanda bahwa kemenangan itu adalah kemenangan bersama seluruh warga Desa Bonto Jai.
Dalam sambutan singkat namun penuh makna yang disampaikan di sela‑sela penutupan acara, Amri selaku tuan rumah mengungkapkan rasa terima kasih yang sangat mendalam dan tak terhingga atas kehadiran, dukungan, serta partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat yang telah meluangkan waktu datang memadati halaman rumahnya.
“Saya secara pribadi dan mewakili seluruh keluarga besar, mengucapkan terima kasih yang sebesar‑besarnya kepada Bapak‑Ibu, warga sekalian, serta teman‑teman sejawat dari Dusun Tino, Dusun Pati maupun Dusun Mattoanging, yang semuanya sudah berkenan hadir, berbaur bersama, dan ikut memeriahkan dengan sepenuh hati acara pernikahan adik kandung saya ini.
Kehadiran Bapak‑Ibu semuanya, ditambah lagi dengan terselenggaranya turnamen domino ini dengan aman, tertib dan penuh kekeluargaan, adalah kebahagiaan terbesar bagi kami sekeluarga.
Saya sangat senang melihat suasana seperti ini, di mana perbedaan asal dusun sama sekali tidak menjadi penghalang, justru di sini kita semua kembali sadar bahwa kita adalah satu saudara, satu kesatuan warga Desa Bonto Jai yang tidak boleh terpecah belah oleh hal apa pun,” ungkap Anri dengan wajah berseri‑seri penuh kebahagiaan.
Lebih jauh disampaikan, kegiatan semacam ini dinilai sangat strategis dan memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar permainan kartu belaka.
Seperti yang selama ini terus dihidupkan oleh warga Bonto Jai, keberadaan warga yang berkumpul, beraktivitas dan berinteraksi hingga larut malam secara positif, secara otomatis juga menjadi pengamanan lingkungan yang paling efektif.
Wilayah menjadi terjaga keamanannya, terhindar dari potensi tindak kejahatan maupun pergaulan negatif anak muda, karena energi masyarakat seluruhnya tersalurkan ke hal‑hal yang membangun, mendidik dan mempererat tali persaudaraan.
Permainan domino warisan leluhur ini terbukti mampu menjadi perekat sosial yang sangat kuat, yang mampu menyatukan hati dan pikiran warga dari tiga dusun yang berbeda, menjadi satu tubuh yang utuh, kokoh dan rukun, sebagai wujud nyata dari semboyan bangsa Indonesia Bhinneka Tunggal Ika, berbeda asal wilayah namun tetap satu tujuan dan satu persaudaraan.
Para peserta dan warga yang hadir secara serentak berharap, kegiatan serupa tidak hanya berhenti di kesempatan ini saja, melainkan dapat terus dijadikan agenda rutin warga, baik dalam rangka memeriahkan hari besar keagamaan, hari kemerdekaan, hajatan warga maupun momen‑momen kebersamaan lainnya.
Dengan demikian, warisan budaya positif ini tetap lestari diturunkan ke generasi berikutnya, kerukunan antarwarga senantiasa terjaga dengan baik, dan Desa Bonto Jai terus dikenal sebagai desa yang aman, damai, bersatu padu serta selalu hidup dalam suasana kekeluargaan yang kental.
Hingga berita ini diturunkan, seluruh rangkaian acara telah usai sepenuhnya berakhir dengan sangat aman, tertib, lancar tanpa ada satu pun insiden keributan maupun masalah yang timbul, dan seluruh warga pun pulang ke rumah masing‑masing dengan perasaan gembira serta hati yang penuh kehangatan.
Penulis: Jamal
Transtv45.com





