Hiraukan Somasi, Sekolah SMA Dan SMK Di Jawa Timur Tetap Nekat Jual Seragam Dengan Senyap

Berita, Daerah28 Dilihat

Sidoarjo – TransTv45.Com||  ( 17 Juli 2026 ) – Sistem penerimaan Murid Baru sudah selesai dan MPLS juga akan berakhir, pekan depan akan memasuki proses belajar mengajar tetapi siswa belum ada yang memakai seragam, sebelum SPMB di buka salah satu aktivitas peduli pendidikan yang berinisial DS bersurat kepala Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur agar setiap sekolah memasang bener dengan tulisan Pemberitahuan, Sekolah, Komite, Dan Koperasi Sekolah Tidak Menyediakan Seragam, Pengadaan Pakaian Seragam Sekolah Menjadi Tanggung Jawab Orang Tua Atau Wali Peserta Didik, Sesuai Permendikbudristek Nomor 50 Tahun 2022 Pasal 12 Ayat (1)

Tetapi hal tersebut tidak dilaksanakan justru melakukan penjualan secara senyap, senjumlah keluhan dirasakan beberapa wali murid, Ina salah satu wali murid SMAN di Sidoarjo kepada awak media (13/7) mengatakan ” memang saat ini sekolah menyampaikan boleh beli diluar, tetapi yang menjadi pertanyaan apa ada barang yang dijual disekolah ada diluar ” ungkapnya, dan keluh kesah juga di sampaikan wali murid yang bernama Resa (14/7) saya hanya beli kain seragam batik, jas almamater, dan perlengkapan habis Rp 1.050.000 kain yang lain anak saya sudah punya dari kakaknya ” jelasnya, dan berdasarkan keluhan dari wali murid SMKN di Kab. Sidoarjo mengatakan seragam dari sekolah sudah jadi harganya Rp 3.350.000 harus lunas tidak boleh diangsur/dicicil.

Wali murid yang bernama Sari (12/7) datang mengeluhkan kepada awak media jika dia sudah mencari hampir ke semua toko kain dengan membawa contoh kain dari sekolah, dan penjual semua mengatakan jika cari kain untuk sekolah Negeri tidak ada karena itu pesanan khusus, dengan wajah bingung sambil menanyakan seragam bekas, akhirnya ada seragam siswa alumni yang bernama Rika yang diberikan wali murid (Sari) agar bisa dipakai anaknya.

Mendengar adanya sejumlah keluhan dari wali murid, DS angkat bicara (16/7) mengatakan ” mau pakai cara apapun sekolah menyampaikan kepada wali murid agar seragam sukses terdistribusi saya tetap laporkan ” tegasnya,
” Tidak hanya laporankan dugaan tidak pidana korupsi saya juga akan laporkan dugaan pengemplangan PPN dan Monopi Penguasaan Pasar ” tambahnya

Pada Jum at (17/7) jam 12.15 awak media di hubungi wali murid yang bernama Indri lewat WhatsApp mengatakan ” anak saya di suruh ngisi Lis pembelian, katanya hari ini terakhir, kalau ngisi terus gimana saya bayarnya ” tuturnya, dan awak media telp siswanya mengatakan ” tadi saya mengatakan saya pakai seragam bekas dan gurunya tanya kalau seragam olah raga sama Almamater gimana kan setiap tahun berbeda ” jelasnya, berdasarkan fakta dilapangan harga satu paket untuk SMAN tembus kisaran Rp 2.000.000 sampai Rp 2.300.000 belum ongkos jahit, tidak sedikit wali murid menjerit terutama dari keluarga tidak mampu.

( Sipayung )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru