
Sambas,TransTV45.com. – Sebuah kecelakaan tunggal yang melibatkan mobil double gardan berwarna hitam yang diduga merupakan kendaraan dinas berpelat nomor merah terjadi di Jalan Raya Desa Sepadu,Kecamatan Teluk Keramat,Kabupaten Sambas, Selasa (21/7/2026) sekitar pukul 14.35 WIB.
Peristiwa tersebut terekam kamera CCTV milik warga dan dalam waktu singkat videonya beredar luas di berbagai platform media sosial hingga menjadi viral.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, kendaraan tersebut diduga kehilangan kendali sebelum menghantam tiang listrik yang berada di tepi jalan. Benturan keras mengakibatkan bagian depan kendaraan mengalami kerusakan cukup parah, sementara tiang listrik tercabut dari dalam tanah dan roboh hingga melintang di badan jalan.
Salah seorang saksi mata, Hardina Nurtanti, mengatakan dirinya terkejut saat mendengar suara benturan keras ketika sedang berada di dalam rumah menyiapkan undangan.
“Tiba-tiba terdengar suara benturan yang sangat keras. Saya langsung keluar rumah untuk melihat apa yang terjadi,” ujar Hardina.
Saat keluar rumah, ia melihat mobil sudah berada di pinggir jalan setelah menabrak tiang listrik. Warga sekitar kemudian berdatangan ke lokasi untuk melihat kondisi kendaraan sekaligus memberikan pertolongan kepada para penumpang.
Hardina mengaku sempat panik karena mengira suara ledakan tersebut berasal dari dispenser pom mini pengisian bahan bakar miliknya.
“Saya kira pom mini meledak. Lalu saya keluar dan melihat ada mobil yang sudah menabrak semen di tepi jalan itu,” katanya.
Menurut Hardina, benturan yang terjadi sangat keras hingga menyebabkan tiang listrik tercabut dari dalam tanah. Saat kejadian, kondisi jalan juga dalam keadaan basah setelah diguyur hujan.
“Tiang listrik sampai tercabut dari dalam tanah. Kondisi jalanan basah karena hujan,” tuturnya.
Di tengah kepanikan, ia melihat beberapa penumpang di dalam kendaraan melambaikan tangan meminta pertolongan karena kesulitan keluar dari mobil.
“Saya lihat orang-orang di dalam mobil melambaikan tangan seperti mau membuka pintu,” ujarnya.
Melihat kondisi tersebut, Hardina langsung berteriak meminta bantuan warga sekitar. Saat itu arus lalu lintas di lokasi relatif sepi sehingga belum banyak orang yang berada di tempat kejadian.
“Saya langsung teriak-teriak minta bantuan karena kondisi jalan masih sepi. Lalu orang-orang membantu korban di dalam mobil supaya bisa keluar. Yang saya dengar ada lima orang, terdiri dari tiga laki-laki dan dua perempuan,” ungkapnya.
Warga yang berdatangan ke lokasi kemudian bersama-sama mengevakuasi seluruh penumpang dan mengamankan area sekitar mengingat tiang listrik yang tumbang menutup sebagian badan jalan.
Belum diketahui penyebab pasti kecelakaan tersebut. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun instansi terkait mengenai identitas para penumpang, kondisi korban, serta status kendaraan yang diduga merupakan kendaraan dinas berpelat merah. Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak berwenang.
Mulyono









