Panen Rumput Laut Jenis Cotonik di Bonto Jai,Daeng Asri, Menjual Basah Lebih Menguntungkan dari Pada Jual Kering

Berita, Daerah1189 Dilihat

BANTAENG – TransTV45.com|| — Semangat gotong royong tampak mewarnai kegiatan panen rumput laut di wilayah pesisir pantai Desa Bonto Jai, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Pada Selasa, 11 Agustus 2026, tepat pukul 11.59 WITA, para petani bekerja bahu-membahu memanen hasil budidaya rumput laut jenis Cotonik yang telah memasuki usia panen optimal, yaitu 40 hari sejak penanaman.

Panen kali ini menghasilkan sebanyak 200 ikat bentangan dengan berat keseluruhan mencapai 2.220 kilogram rumput laut yang siap dipasarkan. Di lokasi pemisahan dan pengemasan hasil panen, awak media TransTV45.com berkesempatan mewawancarai Daeng Asri, selaku petani sekaligus pemilik hasil panen tersebut.

Daeng Asri menyampaikan pandangannya secara terbuka mengenai pilihan pemasaran hasil panen rumput laut. Menurut pengalamannya, menjual rumput laut dalam keadaan basah justru lebih menguntungkan dibandingkan menjual dalam keadaan kering.

“Harga jual rumput laut basah saat ini mencapai Rp6.000 per kilogram, sedangkan yang sudah dikeringkan dijual Rp33.000 per kilogram. Namun jika dihitung untungnya, menurut pendapat saya, lebih menguntungkan dijual basah,” ungkap Daeng Asri di hadapan wartawan.

Lebih lanjut ia menjelaskan alasan utamanya adalah efisiensi waktu dan tenaga. “Apalagi jika dijual basah, kami tidak perlu repot menjemur selama dua hingga tiga hari agar kadar air turun mencapai standar 37 persen. Tenaga dan waktu yang digunakan untuk penjemuran justru dapat kami hemat untuk kegiatan lain,” tambahnya.

Suasana kebersamaan dan semangat gotong royong masih sangat terasa kuat di tengah masyarakat petani Desa Bonto Jai. Para warga saling membantu memanen, mengumpulkan, hingga mengemas hasil rumput laut, sehingga beban kerja yang terasa berat menjadi lebih ringan karena dikerjakan bersama-sama.

Kegiatan panen ini menjadi bukti nyata potensi besar sektor kelautan dan perikanan di wilayah pesisir Desa Bonto Jai, sekaligus menunjukkan kearifan lokal petani dalam memilih strategi pemasaran yang tidak hanya menguntungkan secara harga, tetapi juga praktis dan hemat biaya tenaga.

Penulis
Jamaluddin S.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *