Kondisi Jalan Desa Iwoimea, Semakin Memburuk 

Breaking News641 Dilihat

Sultra-Koltim-Transtv45.com, Pasca Realisasi Peroyek peningkatan jalan Desa Iwoimea, Kecamatan Tinondo, Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, semakin memburuk berbuntut, hambat aktifitas Secara Umum. (08/08/2021).

Harapan warga pengguna jalan menikmati jalan mulus, kembali pupus, kerinduan menikmati akses jalan transportasi yang baik, nampaknya sekedar manis ditelinga rakyat.

Banyak warga mengatakan , hasil musdus dan Musdes, perencanaan pembangunan hasilnya berbanding kurang lurus dengan fakta realisasi, betapa tidak, ratusan Anggaran APBN Dana Desa DD tahun pembangunan 2018 dan tahun 2021, tertelan pada satu titik lokasi yang sama. Namun, hasilnya belum terbiasa maksimal. Selain terkelola kurang transparan terkesan pula jadi ajang gemuk oknum nakal, ungkap sumber dari berbagai kalangan (8/8/2021).

Kondisinya hancur-hancuran sepanjang jalan tersebut, padahal merupakan salah satu jalan menuju pusat kota kecamatan Tinondo” ungkap Rahmat (16 tahun) tokoh muda, sembari mengaku pernah bersama dengan sejumlah warga pengguna jalan, mendorong mobil saat melintasi jalan desa Iwoimea.

Saya bersama sejumlah penumpang warga setempat, sempat mendorong mobil Toyota Hilux, saat melintasi jalan tersebut sampai saat ini kondisi jalan masih sulit dilalui, baik Roda Dua maupun Roda empat” sambung rahamat (08/08/2021).

Selain Rahmat, mantan tokoh Aktivis ternama turut hadir membantu dilokasi, Aktivis Salah lembaga kontrol sosial, dan Penggiat anti Korupsi, nampak JAIZ panggilan akrabnya, sedang memberi aba-aba kepada kemudi mobil tersebut.

Buruknya kondisi jalan di Desa Iwoimea bukan hanya menghambat aktifitas warga setempat, melainkan jadi alasan utama berbagai pihak, atas penundaan aktifitas PT PLN Persero pada pemasangan ramuan tenaga listrik.

Saat diminta keterangan,Warga setempat Hasan (39)mengutarakan kepada wartawan, pemasangan tiang listrik PLN di Desa Iwoimea saat ini terhenti, karena curah hujan, yang mengakibatkan sepanjang jalan terlihat sedang memburuk.

Senada, Satu orang dari pihak pemerintah, keberatan disebutkan namanya dalam berita.

Melihat kondisi Terkini Jalan Desa Iwoimea teringat pada beberapa waktu lalu, saat proyek sedang berlangsung Darmin T. pendamping lokal Desa, sangat aktif kelokasi tersebut, saat dihubungi wartawan Majalah Target Tuntas dan Online, mengatakan, papan proyek ada dilokasi ungkapnya dibalik telpon genggam (lewat via WhatsApp-red).

Terkesan pembohongan ke publik”kenapa?” ungkapan Darmin, tidak sesuai fakta lapangan.Papan proyek, bak hantu, di sepanjang lokasi tidak ditemukan sesentipun wujud yang disebut kan pendamping Desa yang gemar melakukan pendampingan dilokasi.

Akibat Papan informasi Proyek tidak ditemukan dilokasi tersebut, jumlah anggaran mau pun volume kegiatan,dan jenis nama kegiatan, yang kurang diketahui secara terbuka, tak jarang warga setempat, dibuat bingung kala itu.

Seperti yang diutarakan Bage (45 tahun) saat dijumpai dilokasi saat kegiatan baru saja dikerjakan waktu itu.dikutip dari TT(8/8)

“Saya bingung tidak mengetahui apa merek dari kegiatan pembangunan tersebut,mau disebutkan penimbunan jalan, ada juga pelebaran

“fakta nya material pengerasan badan jalan tahun anggaran 2018 ditimbung, mustahil itu program nya, masaa sertu/kerikil kembali ditimbung dengan tanah”ucapnya.

Masih kata bage ,dikatakan pelebaran jalan saja ada juga penimbunan, itulah yang membuat saya bingung sementara papan informasi pembangunan tidak ada” ungkapnya saat dijumpai disekitar kediamannya.

Sebaiknya kita tanyakan kepada kepala Desa pak, lanjut nya dengan singkat.

Usman Ambo Sakka yang disebut sebagai kepala Desa sekaligus KPA kuasa Pengguna Anggaran APBN Dana Desa.

Berhasil dijumpai di kantor Desa.

Terkesan Alergi Dengan wartawan,saat disambangi di kantor Desa, Usman Kades Iwoimea, Sembunyi dibalik Pintu ruangan kerjanya ( tertutup-red).

Hal ini terbongkar ,berkat Kejujuran Anak-anak, yang sedang bermain-main disekitar halaman kantor Desa,.tanpa ditanya “sontak secara serentak “bersuara sambil menunjuk itu disana pak Desa, kelihatan rambutnya dibalik Jendela” anak-anak pun lanjut berkicau, pak desa kita cari ? itu sendalnya di teras Kantor, barusan Masuk dikantornya.

Selang Beberapa menit, awak media kembali kekantor “memastikan” kebenaran tersebut sambil bertujuan konfirmasi terkait keluhan warganya pada peroyek yang membingungkan.

Disaksikan Saldi (18 tahun) salah satu orang Tokoh mudah setempat kebetulan benar “faktanya”Kades Sembunyi dibalik pintu kantor dalam keadaan tertutup.

Sempat kurang lebih sekitar 20 menit , kades diduga latihan mengurung diri dalam ruangan kerjanya tanpa ada suara, meski Awak media berulang kali berucap salam (-Red).

Sementara itu, Saldi, yang ada dilokasi ,mengungkapkan kepada wartawan lewat suara dengan nada bahasa Bugis.

“Ko, mahossangngi pak.desa compa cinampe” enna gagaa kipas angin apalagi AC , ennapa nattama Listrik.

“Kalau kepanasan Ki pak desa di dalam ruangannya,keluar sebentar kalau memang dia ada didalam ruangan, karena di desa ini belum ada jangkauan Listrik”imbuhnya sambil geleng-geleng kepala”.

Saaldi juga menyebutkan ada apa beliau tidak mau bertemu wartawan,.

Belum usai Saldi geleng-geleng,tiba-tiba kepala Desa Iwoimea Usman muncul dari balik pintu ruangan kerjanya (kantor).

Nampak kurang bersahabat,

Entah kebusukan apa yang disembunyikan kepada wartawan sehingga kades bungkam, dan terkesan alergi terhadap wartawan.

Saat dikonfirmasi”Usman kades enggan memberikan komentar, malah bergeser meninggalkan wartawan menggunakan sepasang sendal yang terparkir diteras Kantor

Sebelum bergeser sempat disapa oleh media, kades pun menjawab “Apa tujuannya kesini”, ucap kades

Ditanya soal komfirmasi kades enggang memberi respon,sambil bergeser meninggalkan kantor. anak kecil yang tadinya sedang bermain berhamburan saat melihat kades sedang keluar dari kantor Desa.

Data dihimimpun ,Sejak tahun 2016 Desa Iwoimea yang terdiri dari 3 dusun ,resmi menerima Anggaran APBDesa Dana Desa DD dan ADD. Sebelumnya desa ini merupakan Wilayah Dusun , berubah status melalui hasil pemekaran Desa Tawarombadaka, Sempat pula Muliati menjabat sebagai pelaksana tugas kepala Desa di desa itu, bahkan disebutkan oleh ketua Bumdes Muliati PJ masih mengantongi Dana Desa DD APBN yang dialokasikan untuk Badan usaha milik Desa Bumdes Iwoimea, kata ketua Bumdes Syamsidar saat di wawancarai target tuntas di kediamannya, kurang lebih sebesar Rp 50 juta rupiah Dana Bumdes masih ditangan PJ Muliati.

Sedangkan perkembangan Bumdes Iwoimea sebagain jenis kegiatan mati Suri.

Lokasi Desa Iwoimea yang terkesan agak sulit terjangkau,Puluhan polemik berbuntut konspirasi beraroma kongkalikon terungkap didalam Desa itu, seperti diantaranya , Pemalsuan tanda tangan Attung Ketua BPD dipalsukan oleh Kades, ketua BPD maupun kades mengakui fakta tersebut lewat wawancara tatap muka didua tempat terpisah.

Tak terhenti sampai disitu, Pelopor pembangunan fungsi PPKD Umar mengungkapkan diadopsi oleh kades.

Semuanya pak desa yang tangani, kalau ada pekerjaan peroyek, saya santai terima beres, kan Ade,k’nya pak Desa Bendahara Desa Sekarang.

Pembesian pada bangunan jembatan tahun anggaran 2020 lalu, ditemukan data informasi, ramuan jembatan diduga berbeda dengan ukuran fisik, dengan Rab dan gambar ungkap, Jusli, warga Tawatawaro yang memborong pekerjaan pembesian dengan tarif kurang dari 10 juta, di lakukan kroscek di lokasi ungkapan jusli benar adanya.

 

Perdagangan atau maklar peroyek pada bangunan tersebut turut terjadi,sehingga bangunan itu terealisasi non padat karya tunai (diborong oleh pemborong dari luar warga desa setempat).lokasi jembatan berada di dusun 1 pekuna.

Dilihat dari data fakta tersebut, justru sebaliknya banyak oknum kedengaran terkesan tidak senang kepada wartawan, hal ini terungkap pasca rapat Musdes berlangsung yang dihadiri berbagai pihak terkait, didalam rapat Musdes warga setempat inisial H(39)sempat merekam, perkataan Oknum-oknum,yang justru menyalahkan wartawan dan meminta masyarakat tidak memberikan Informasi kepada wartawan.

“Ini rekaman nya sodor H(39)” kepada wartawan, sambil berucap Jagan sampai saya dianggap pemberi informasi bohong,ini buktinya.

Sementara sejak “waktu itu” pihak yang berkompeten telah banyak mengetahui tentang polemik yang ada di desa itu, hingga kini belum ada informasi resmi diterimah wartawan terkait tindak lanjut atas polemik tersebut selain Ungkapan Muliati eks PJ kades Iwoimea , saat dijumpai Muliati mengaku telah melakukan pengembalian sebesar Rp 45 jt,.tidak disebutkan dikembalikan ke pihak mana.

“Ia,saya sudah melakukan pengembalian 45 juta , baru-baru ini, ujar Muliati saat dikonfirmasi., Ditanya jenis anggaran yang dikembalikan,dan diterima oleh instansi mana ?,. Ia, memilih untuk menyembunyikan informasi instansi tempat nya mengembalikan.

Selain itu, pihak APH ,baik melakukan kunjungan lapangan maupun pemanggilan terhadap oknum pemain anggaran belum ada informasi tambahan diterima media ini, selain kabar Kejaksaan negeri kabupaten Kolaka memanggil 4 kepala Desa,asal kecamatan Tinondo, Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara.

Dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp Andi Malo Manurung kasi Intel Kejari Kolaka, terkait perihal tersebut tidak memberikan tanggapan.

Jika benar belum ada tindak pembinaan dari pihak berkompeten, dan tindak tegas dari pihak APH, maka tidak heran jika ditahun 2021 kini ada penampakan peroyek siluman di Desa Iwoimea yang berbuntut menghambat aktifitas Umum.

Sementara warga, berharap pemerintah Desa agar transparan dalam pengelolaan anggaran tertuang pada peraturan tentang Desa.

Merujuk pada Prioritas Penggunaan Dana Desa, untuk publikasi termaktub dalam Pasal 13 Peraturan Menteri Desa PDTT Nomor 16 Tahun 2018 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa tahun 2019.

Yang berbunyi :Prioritas penggunaan Dana Desa di bidang pembangunan Desa dan pemberdayaan masyarakat Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 Peraturan Menteri Desa PDTT Nomor 16 Tahun 2018 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa tahun 2019 wajib dipublikasikan oleh Pemerintah Desa kepada masyarakat Desa di ruang publik yang dapat diakses masyarakat Desa.

Hal tersebut belum dapat menjadi acuan setiap Pemerintah Desa, masih ditemukan adanya Oknum kades ,kurang terbuka di mata publik secara meluas.dilasir dari majalahTarget Tuntas dan online.

Terkini(8/8/2021) Kepala Desa Iwoimea saat ini sulit untuk dikonfirmasi, selain akses yang begitu sullit untuk menjangkau, jaringan Telkomsel ,XL internet juga belum dapat di gunakan di wilayah tersebut.

TransTV mengubungi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa Hanaruddin, dan Husain inspektur Inspestorat kabupaten Kolaka Timur, melalui kontak bernomor 08*254 362***.

Keduanya belum memberikan jawaban Kadis PMD tidak menjawab panggilan telpon, dan Lagi-lagi kontak telepon mantan Camat Uuesi, Husain ,sedang diluar Jangkauan.(8/8/2021).Lantas media ini menghubungi ,H.Ahmad SP,d .,M,si,. Camat Tinondo, Sampai Berita ini diterbitkan camat memilih enggan menanggapi, pesan konfirmasi.

(AS).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *