Bupati Berharap : Korban 40.000 Jiwa Galung Lombok Masuk Kurikulum Sekolah

Breaking News434 Dilihat

MAJENE.TRANSTV45.COM| Bupati Majene Andi Achmad Syukri mengungkapkan, bahwa pelestarian Taman Makam Syuhada Galung Lombok dengan melakukan penataan kembali agar dapat menjadi objek wisata sejarah yang dapat dikunjungi masyarakat pada umumnya.

“Peristiwa Galung Lombok ini seyogyanya dimasukkan dalam kurikulum sekolah-sekolah untuk dijadikan bahan pelajaran muatan sejarah lokal,” harapnya.

Kesempatan sama, Kapolres Majene AKBP Febryanto Siagian menghadiri Upacara Peringatan Peristiwa Pembantaian Penduduk Sipil di Makam Korban 40.000 jiwa Galung Lombok Kabupaten Polewali Mandar, Rabu (02/02/2020).

“Saya turut ucapkan duka citanya kepada para korban sekaligus pahlawan yang gagah berani melawan para penjajah di masanya,” ucap Kapolres Majene.

Dijelaskan, sejarah ini diketahui karena para korba adalah orang-orang menantang keras para penjajah saat itu, sehingga harus menerima pembantaian yang kejam.

Sekaligus membuktikan secara simbolik, bahwa Provinsi Sulbar, khususnya suku Mandar mempunyai peranan dan andil yang besar dalam proses Kemerdekaan Republik Indonesia yang telah diraih.

“Sebagai bentuk penghormatannya kepada para korban, kita berkesempatan menaburkan bungan ke makam-makam yang ada di lokasi,” ujarnya.

Peringatan Korban 40.000 Jiwa di Taman Makam Pahlawan Galung Lombok Kecamatan Tinambung ini juga dihadiri Bupati Majene, Wakil Bupati Majene, Kepala Disbudpar Majene, Dandim 1401 Majene dan seluruh tamu undangan lainnya.

(Wid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *