Gelar Aksi Damai, DPW LAN Pertanyakan Proyek Pembangunan Masjid Al-Barokah Di Desa Teladan

Daerah854 Dilihat

Muba||TransTV45.com||Puluhan Anggota DPW LAN (Lembaga Aspirasi Nusantara)Gelar Aksi damai di Depan Kantor PU Perkim Kabupaten Musi Banyuasin,Kamis,01/02/2024

 

Terpantau INDRA Selaku Ketua DPW LAN Sumsel terjun Pimpin langsung Aksi Damai tersebut bersama Anggotanya di depan kantor PU Perkim Muba.

 

Aksi Damai tersebut dilakukan karena dilatarbelakangi dengan kekecewaan atas kebijakan Pejabat Penguna Anggaran pada dinas PU Perkim Muba yang di duga telah membayar seratus persen atas Proyek pembangunan Masjid Al-Barokah di Desa Teladan Tahun anggaran 2023 sementara dugaan pembangunan tersebut sampai berakhir tahun 2023 belum selesai dikerjakan seratus persen.

 

Dalam orasinya Fitriandi.S.Sos Selaku Sekjen DPW LAN Sumsel mewakili masyarakat Muba menyampaikan aspirasinya meminta agar PJ .Bupati Muba untuk mengevaluasi kinerja PU Perkim Muba terkait proyek pembangunan masjid Al-Barokah belum selesai dikerjakan akan tetapi diduga sudah dibayar seratus persen.

 

“Kami mewakili masyarakat Muba meminta kepada PJ.Bupati Muba untuk mengevaluasi kinerja pada dinas PU Perkim terkait temuan kami di lapangan terpantau proyek pembangunan masjid Al-Barokah terletak didesa teladan sampai akhir tahun 2023 diduga belum selesai di kerjakan akan tetapi diduga telah dibayar seratus persen”ucap sekjen DPW LAN Sumsel.

 

Terkait adanya dugaan proyek pembangunan masjid Al-Barokah belum selesai dikerjakan di tahun 2023 akan tetapi sudah dibayar seratus persen INDRA selaku salah satu Kabid PU Perkim memberi klarifikasi,

 

“Belum selesainya proyek pembangunan masjid Al-Barokah di desa teladan di tahun 2023 itu terkendala kekurangan dana anggarannya”jelasnya dengan suara serak-serak.

 

Saat di wawancarai awak media GradakNews.Com , INDRA mengatakan pekerjaan yang belum selesai dikerjakan pada masjid Al-Barokah tersebut

 

“Ada Pengerjaan belum selesai dikerjakan, yang mana apa lantainya yang belum pul dikerjakan”ucapnya seolah-olah tidak tahun perkembangan pembangunan masjid tersebut.

Rudi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *