
Kampar Riau, TransTV45.com ||Polemik pengelolaan BUMDes Desa Indra Sakti, Kecamatan Tapung, kian memanas. Hingga kini Musyawarah Desa (Musdes) belum juga digelar, padahal sebelumnya dijanjikan akan segera dilaksanakan.
Ketua BPD Desa Indra Sakti, Supar, menyatakan Musdes tertunda karena masih menunggu laporan bendahara. “Musdes belum dilaksanakan karena masih menunggu hasil laporan pengurus bendahara. Rencana setelah Hari Raya,” ujarnya.
Namun, sekitar sebulan lalu Musdes disebut akan segera digelar. Selain itu, Supar juga diduga belum mengindahkan imbauan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kampar agar forum pertanggungjawaban segera dilaksanakan.
Dana Rp158 Juta Masih Utuh
Supar mengungkapkan Anggaran Ketahanan Pangan 2025 sebesar Rp158.089.800,00 masih utuh di rekening BUMDes per 12 Januari 2026.
Pernyataan ini justru memunculkan pertanyaan: mengapa dana belum direalisasikan hingga memasuki tahun berikutnya? Apakah ketiadaan Musdes menjadi penghambat, atau ada persoalan tata kelola yang belum terbuka?
Ketua BUMDes “Menghilang”, Aset Mangkrak
Di tengah stagnasi tersebut, Ketua BUMDes disebut tidak aktif dan belum memberi keterangan resmi. Modal usaha tahun-tahun sebelumnya pun dipertanyakan. Dua unit mobil aset BUMDes dilaporkan mangkrak dan tidak beroperasi, memicu sorotan soal pengelolaan dan tanggung jawab.
Jika benar terjadi pembiaran aset dan dana, kondisi ini menjadi alarm serius bagi tata kelola badan usaha yang bersumber dari dana publik.
Ujian Transparansi
Mengacu pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 dan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008, pengelolaan dana publik wajib transparan dan akuntabel. Musdes seharusnya menjadi forum terbuka untuk menjawab semua tanda tanya.
Sebagian warga bahkan menyuarakan evaluasi kepemimpinan BPD. “Kalau tidak mampu menggelar Musdes, lebih baik mundur saja,” ujar seorang tokoh masyarakat.
Kini publik menanti pembuktian, bukan sekadar janji. Redaksi membuka ruang hak jawab bagi seluruh pihak terkait dan akan terus memantau perkembangan persoalan ini.**
Editor: Redaksi Kampar Riau









