Rakor Lintas Sektoral Polda Sulteng: 3.739 Personel dan 92 Pos Amankan Idul Fitri 2026

Breaking News514 Dilihat

Kapolda Sulawesi TengahPalu-TransTV45.Com//Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah (Sulteng) mematangkan persiapan pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Kesiapan Operasi Ketupat Tinombala 2026. Kegiatan ini berlangsung di Ballroom Swiss-Belhotel Palu, Selasa (10/3/2026).

Rakor dipimpin langsung oleh Kapolda Sulteng Irjen Pol Dr. Endi Sutendi. Turut hadir unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), antara lain Gubernur Sulteng yang diwakili Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kaban Kesbangpol) Provinsi Sulteng Drs. Dahri Saleh, M.Si., serta Ketua DPRD Provinsi Sulteng yang diwakili Ketua Komisi III Dandy Adhy Prabowo.

Hadir pula Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulteng diwakili Aspidum Andarias D., S.H., M.H., Kepala Pengadilan Tinggi (PT) Sulteng diwakili Hakim Ad Hoc Tipikor Dr. Endro Nurwantoko, S.H., M.H., serta Pangdam XXIII/Palaka Wira diwakili Kapoksahli Pangdam Brigjen TNI Sugiono.

Selain itu, tampak Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Sulteng diwakili Kabag OPS Bin Daerah Sulteng Bernard Kandolia, Kepala BNN Provinsi Sulteng diwakili Kepala BNN Kabupaten Bangkep Osland Daud, Skm., Mph., dan Danlanal Palu diwakili Pjs Pasops Lanal Palu Kapten Laut (P) Darwan A.Md.

Wakapolda Sulteng Brigjen Pol Dr. Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, Irwasda Kombes Pol Purwanto Puji Sutan, para pejabat utama (PJU) Polda Sulteng, serta Kapolres/Ta jajaran juga hadir dalam rakor tersebut. Perwakilan instansi terkait, tokoh agama, dan tokoh masyarakat turut hadir.

Beberapa instansi memaparkan kesiapan dukungan operasi pengamanan Lebaran, di antaranya Pertamina, PLN, Basarnas, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulteng, Dinas Perhubungan, Dinas Pariwisata, serta Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulteng.

Dalam sambutannya, Kapolda Sulteng menyampaikan bahwa perayaan Idul Fitri 1447 H merupakan agenda nasional yang setiap tahun memicu peningkatan mobilitas masyarakat secara signifikan.

“Momentum Idul Fitri ini dimanfaatkan masyarakat untuk beribadah, bersilaturahmi, berlibur, dan berkumpul bersama keluarga. Hal ini berdampak pada peningkatan aktivitas dan pergerakan masyarakat secara masif,” ujarnya.

Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan RI, potensi pergerakan masyarakat selama masa mudik Lebaran tahun ini diperkirakan mencapai 50,6 persen dari total populasi, atau sekitar 143,9 juta orang.

“Rakor lintas sektoral ini penting untuk memperkuat koordinasi antarinstansi, mengevaluasi kesiapan pengamanan, termasuk rekayasa lalu lintas, serta langkah antisipasi lainnya guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif,” lanjut Kapolda.

Operasi Ketupat Tinombala 2026 akan mengerahkan 3.739 personel gabungan. Jumlah itu terdiri atas 1.566 personel Polri, 399 personel TNI, dan 1.774 personel dari instansi serta pemangku kepentingan terkait.

Kapolda mengungkapkan bahwa Operasi Kepolisian terpusat ini berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Sebanyak 92 Pos Pengamanan dan Pelayanan akan didirikan dan tersebar di seluruh wilayah hukum Polres/Ta jajaran.

Rinciannya, 58 Pos Pengamanan (Pos Pam) difokuskan pada pengaturan arus lalu lintas, pencegahan tindak pidana, dan penanganan gangguan keamanan. Sebanyak 19 Pos Pelayanan (Pos Yan) menyediakan layanan bagi masyarakat, seperti informasi perjalanan, bantuan medis, hingga tempat istirahat bagi pemudik.

Sementara itu, 15 Pos Terpadu akan dioperasikan bersama lintas instansi untuk memberikan pelayanan terintegrasi, termasuk pemeriksaan kesehatan pengemudi guna mencegah kecelakaan lalu lintas.

“Seluruh pos tersebut akan mengamankan 4.630 objek pengamanan, meliputi masjid, lokasi pelaksanaan salat Idul Fitri, terminal, pelabuhan, bandara, pusat perbelanjaan, hingga tempat wisata yang diprediksi ramai dikunjungi masyarakat,” jelas Kapolda.

Dalam arahannya, Kapolda menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak untuk menyukseskan Operasi Ketupat Tinombala 2026. Ia meminta setiap instansi segera menginventarisasi potensi kerawanan dan menyiapkan langkah antisipasi sejak dini.

Seluruh pemangku kepentingan juga diminta meningkatkan koordinasi dan mengedepankan komunikasi, kolaborasi, serta kerja sama lintas instansi.

Edukasi kepada masyarakat perlu terus digencarkan melalui media sosial, elektronik, maupun cetak mengenai pentingnya mudik yang aman dan tertib. Pengawasan distribusi bahan pokok dan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) juga menjadi perhatian demi menjaga stabilitas harga dan mencegah kelangkaan selama Lebaran.

Pengamanan akan difokuskan di sejumlah titik strategis seperti masjid, lokasi salat Idul Fitri, pusat perbelanjaan, kawasan wisata, serta area transportasi publik. Kapolda juga mengingatkan antisipasi potensi bencana alam seperti banjir dan tanah longsor akibat cuaca ekstrem, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kejahatan dan potensi aksi terorisme.

“Melalui koordinasi lintas sektoral ini, diharapkan Operasi Ketupat Tinombala 2026 di Sulawesi Tengah dapat berjalan aman, lancar, dan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah,” tutup Kapolda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *