Buru., Maluku
Transtv45.com || Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (MUSYDA) Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Buru yang dijadwalkan berlangsung pada 15 Mei 2026, dinamika suksesi kepemimpinan mulai mengemuka sebagai bagian dari proses regenerasi organisasi.
Agenda tersebut dinilai menjadi momentum strategis untuk memastikan keberlanjutan kepemimpinan yang tidak hanya sah secara struktural, tetapi juga memiliki legitimasi moral serta kapasitas organisatoris yang kuat.
Ketua Bidang Organisasi PD Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Buru yang juga Ketua Panitia Pelaksana MUSYDA, Firman Masbait, menegaskan bahwa seluruh tahapan pelaksanaan telah dipersiapkan dengan mengacu pada prinsip demokrasi internal organisasi.
Ia menekankan bahwa panitia berkomitmen menjaga proses MUSYDA berjalan secara transparan, akuntabel, serta bebas dari praktik-praktik yang berpotensi mencederai nilai dan marwah ideologis organisasi.
“MUSYDA tidak boleh dipandang sekadar sebagai ajang perebutan kekuasaan. Forum ini harus menjadi ruang konsolidasi gagasan dan peneguhan arah gerakan Pemuda Muhammadiyah di daerah,” ujar Firman.
Menurutnya, seluruh kader harus mengedepankan etika berorganisasi, menjunjung tinggi semangat musyawarah, serta menghindari pendekatan pragmatis yang dapat merusak kualitas kepemimpinan yang dihasilkan.
Firman juga menilai tantangan organisasi ke depan semakin kompleks sehingga membutuhkan figur pemimpin yang progresif, berintegritas, dan memiliki visi keumatan yang kuat.
Karena itu, hasil MUSYDA diharapkan tidak hanya melahirkan struktur kepengurusan baru, tetapi juga memperkuat posisi Pemuda Muhammadiyah sebagai kekuatan moral dan intelektual yang mampu memberikan kontribusi nyata terhadap berbagai persoalan sosial dan kebangsaan di Kabupaten Buru.
Pelaksanaan MUSYDA PD Pemuda Muhammadiyah Buru pun diharapkan menjadi contoh regenerasi organisasi yang sehat, demokratis, dan tetap berpijak pada nilai kolektifitas serta semangat pengabdian kepada umat dan daerah.
S. Adam





