
Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah daerah dengan dunia perguruan tinggi, dalam upaya menghadirkan pembangunan yang tidak hanya berdasar kebijakan, melainkan didukung kuat oleh kajian ilmiah, data akurat, dan pemikiran akademis yang mendalam.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi yang setinggi‑tingginya atas kehadiran para akademisi yang telah memilih Bantaeng sebagai salah satu wilayah sasaran program tahun ini. Ia menegaskan bahwa dukungan perguruan tinggi menjadi kebutuhan mutlak daerah dalam merespons berbagai tantangan pembangunan.
“Sampai hari ini dan ke depan, kami masih sangat membutuhkan sentuhan dan kontribusi dari Unhas. Kami mengedepankan kolaborasi dengan kalangan akademisi untuk memberikan masukan terkait berbagai permasalahan yang ada di daerah,” tegas Bupati.
Secara spesifik, pemerintah daerah saat ini memfokuskan perhatian pada dua isu strategis yang menjadi prioritas utama: peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta pembenahan sistem pengelolaan sampah rumah tangga.
“Kami berharap Bapak/Ibu Profesor benar‑benar dapat memberikan masukan dan rekomendasi yang kokoh sebagai dasar penyusunan kebijakan. Meskipun wilayah Bantaeng relatif kecil, namun kami memiliki potensi besar untuk menjadi daerah percontohan berbagai inovasi pembangunan. Karena itu, setiap kebijakan yang diambil harus benar‑benar tepat sasaran, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat,” ungkapnya dengan tegas.
Sementara itu, Ketua Dewan Profesor Unhas, Prof. Dr. A. Pangerang Moenta, menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari amanah Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Rangkaian kegiatan kali ini mencakup tiga kabupaten di wilayah selatan Sulawesi Selatan, yaitu Jeneponto, Bantaeng, dan Bulukumba, dengan fokus kajian yang disesuaikan kebutuhan masing‑masing daerah.
“Khusus di Bantaeng, kami memfokuskan pembahasan pada dua isu utama yang disampaikan pemerintah daerah, yaitu peningkatan pendapatan daerah dan pengelolaan sampah. Hasil kajian yang kami susun nantinya diharapkan dapat menjadi masukan yang berbobot bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan yang efektif, terukur, dan berkelanjutan,” jelas Prof. Pangerang.
Program Profesor Mengabdi menghadirkan diskusi ilmiah, analisis mendalam, rekomendasi kebijakan, serta pendampingan teknis yang disesuaikan dengan prioritas pembangunan daerah, sehingga ilmu pengetahuan yang dimiliki akademisi dapat turun langsung bermanfaat bagi masyarakat.
Turut hadir dalam pertemuan ini, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng Dr. H. Muhammad Tafsir, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Bantaeng Andi Sjafaruddin Magau, anggota Tim Dewan Profesor Unhas, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah, serta para Camat se‑Kabupaten Bantaeng.***
Penulis: Jamaluddin S
Media TransTV45.com





