Pesta Adat Jene Sappara Tradisi Turun Temurun Warga Balang Loe Tarowang, Puncak Scara Rabu,29 Juli.

Berita, Daerah70 Dilihat

JENEPONTO – TransTV45.com|| – Tradisi leluhur yang dijaga penuh kesetiaan masih hidup kental di Desa Balang Loe Tarowang atau yang akrab disapa Baltar, Kecamatan Tarowang, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Pesta Adat Jene Sappara yang diwariskan secara turun‑temurun kembali digelar, mempertemukan warga dari berbagai penjuru untuk melestarikan nilai budaya dan kebersamaan yang sudah terjalin berabad‑abad.

Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap bulan Sapar selama satu minggu ini memasuki masa puncaknya pada besok hari Rabu (29/07/2026), yang akan berlangsung mulai pagi hingga sore hari. Pada malam terakhir rangkaian acara, ditampilkan pertarungan bela diri persilatan tangan kosong yang menjadi hiburan utama sekaligus sarana menjaga keberanian dan kekuatan fisik menurut tradisi setempat.

Pengunjung yang hadir tidak hanya berasal dari warga sekitar, namun juga datang dari daerah‑daerah lain dan warga perantauan yang pulang khusus untuk meramaikan acara ini.

Ibu Saddia, salah satu warga setempat yang ditemui awak media di tengah lokasi kegiatan, menyampaikan keyakinan yang melekat kuat dalam masyarakat. “Bagi kami keturunan adat ini, kepercayaan turun‑temurun mengajarkan bahwa siapa saja yang tidak hadir melaksanakan ritual di sini, diyakini akan tertimpa musibah berupa penyakit yang sulit sembuh. Oleh karena itu, meskipun sedang merantau jauh ke kampung orang, warga sangat dianjurkan kembali ke tempat pelaksanaan acara untuk menunaikan kewajiban adat,” ujarnya.

“Sebagian besar datang untuk melaksanakan ritual dengan penuh keyakinan, namun tak sedikit pula yang hadir sekadar untuk meramaikan suasana dan menjaga silaturahmi,” tambahnya.

Kehadiran pesta adat ini juga membawa dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat sekitar. Berderet pedagang kaki lima menawarkan berbagai kuliner khas, disamping hiburan seperti odong‑odong dan istana balon udara yang menjadi kegembiraan anak‑anak maupun keluarga. Ini menjadi peluang berharga bagi warga untuk menambah penghasilan selama rangkaian kegiatan berlangsung.

Pada hari puncak nanti, kesakralan acara akan semakin tampak dengan tampilan adat yang lengkap. Para pelaksana akan mengenakan busana adat Baju Bodo dan pakaian kerajaan berwarna merah, dilengkapi tongkat runcing serta iringan beberapa ekor kuda yang melambangkan kebesaran dan sejarah leluhur mereka.

Diperkirakan hadir dalam puncak acara tersebut Bupati Jeneponto H. Paris Yaris beserta jajaran pejabat utama Kabupaten Jeneponto dan perangkat pemerintah daerah setempat, sebagai bentuk dukungan dan penghargaan terhadap kelestarian budaya asli daerah.**

(Penulis)
Jamaluddin S

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *