
Sambas,TranstTV45. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kecamatan Salatiga, Kabupaten Sambas, memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar di media sosial mengenai buah yang mengalami perubahan warna setelah dibagikan kepada penerima manfaat.(Jum’at,31 Juli 2026)
Kepala SPPG Salatiga, Oktapianus, mengatakan perubahan warna pada buah tersebut diduga terjadi akibat proses pengemasan yang dilakukan terlalu awal. Buah kemudian disimpan di dalam top bag sebelum didistribusikan, sehingga suhu di dalam tas diduga memengaruhi kondisi buah.
“Peristiwa yang viral di media sosial menjadi bahan evaluasi bagi kami. Dugaan sementara, perubahan warna buah terjadi karena proses pengemasan yang terlalu awal dan disimpan di dalam top bag, sehingga suhu di dalamnya memengaruhi kondisi buah,” ujar Oktapianus.
Menurutnya, kejadian tersebut menjadi perhatian serius bagi pihak SPPG untuk melakukan pembenahan terhadap proses pelayanan, khususnya dalam menjaga kualitas makanan sebelum sampai kepada penerima manfaat.
Saat ini, SPPG Salatiga yang dikelola Yayasan Berkah Pangan Kalimantan melayani sekitar 710 penerima manfaat, terdiri dari balita, ibu hamil (bumil), serta kelompok penerima manfaat lainnya.
Selain itu, SPPG juga mendistribusikan makanan kepada sekitar 1.700 siswa dari 12 sekolah di wilayah Kecamatan Salatiga.
Sebagai tindak lanjut atas kejadian tersebut, pihak SPPG bersama Yayasan Berkah Pangan Kalimantan telah melakukan evaluasi internal terhadap seluruh rangkaian proses pelayanan.
Evaluasi mencakup proses pengemasan, penyimpanan hingga pendistribusian makanan. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mencegah kejadian serupa kembali terjadi.
“Kami mengajak seluruh tim untuk berbenah dan melakukan evaluasi agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali di masa mendatang,” kata Oktapianus.
Oktapianus juga menyampaikan bahwa terkait informasi yang beredar di media sosial, Koordinator Wilayah (Korwil) dan Koordinator Kecamatan (Korcam) telah melakukan koordinasi serta komunikasi dengan pihak yang mengunggah informasi tersebut.
Menurutnya, langkah persuasif ditempuh untuk menjaga komunikasi dan hubungan baik dengan penerima manfaat maupun pihak sekolah.
Pihak SPPG berharap evaluasi yang dilakukan dapat menjadi bahan perbaikan bersama sehingga proses penyediaan dan pendistribusian makanan kepada penerima manfaat dapat berjalan semakin baik.
“Yang terpenting bagi kami adalah melakukan evaluasi dan pembenahan agar kualitas pelayanan kepada penerima manfaat terus meningkat,” pungkasnya.
Publis : Mulyono





