
Sumatera selatan, Oku TransTV.com// Gara gara Siswi Cabul, seorang Kuli Bangunan dilaporkan Polisi lantaran tak mampu bayar 100 juta rupiah. Sebelumnya, seorang Dokter terpaksa membayar 150 juta rupiah dalam perkara yang sama. Ulah Siswi Cabul yang masih tercatat sebagai Pelajar disalah satu SMK kawasan Belitang ini selain mencoreng nama baik keluarga besarnya juga mencoreng nama baik Sekolah.
Terungkapnya masalah ini bermula saat Er bin Slamet (24) thn, warga Desa Bedilan, sedang bekerja sebagai Kuli Bangunan di Desa Kutosari ditangkap Polisi pada Jum’at, 14 Oktober 2022, sesuai laporan Polisi No : LP.B/132/XI/2021/SPKT/POLRES OGAN KOMERING ULU TIMUR tertanggal 24 – 11- 2021, Er dituduh telah mencabuli anak dibawah umur atas pengaduan saksi korban NN alias Nur binti Nyaman 18 th warga Desa Karangsari Kec. Belitang III yang masih ada hubungan keluarganya.
Diketahui dalam setiap aksinya, NN selalu memperalat Oknum Ormas. Slamet (63) thn, orang tua Terdakwa dirumahnya mengatakan, sebelum anaknya di laporkan Polisi didatangi 2 orang lelaki mengaku anggota LSM yang mendapat kuasa dari keluarga NN sambil membawa celana dalam bernoda darah mengatakan bahwa, ER anaknya telah Memperkosa NN, kemudian menawarkan perdamaian dengan imbalan uang sebesar100 juta rupiah. Uang sebanyak itu dari mana, sementara saya bekerja hanya sebagai tukang pencari rongsok (Pemulung) kata Slamet sambil menangis.
Ditempat berbeda Heri alias Eeng (45) thn, sang Paman NN juga merasa kecewa berat atas perilaku keponakanya itu, sudah sulit di nasihati keluarga besarnya, sejak SMP ya sudah nakal, selalu membeli dan menyimpan tespek (alat deteksi kehamilan) padahal masih dibawah umur, ungkap Heri kesal. Dalam kesempatan terpisah, diruang Direktur Rumah Sakit Umum Daerah OKU Timur di Tulus Ayu telah berlangsung pertemuan beberapa awak media dengan salah seorang Dokter yang telah mendapat tudingan sebagai korban Pemerasan siswi cabul dibawah umur yang sedang viral.
Selaku Direktur, Dr Sugi Hartono diruang kerjanya, sa’at itu juga tampak kesal atas perbuatan NN dkk, Pak Dokter Sugik, demikian biasa dipanggil tidak menampik atas terjadinya Pemerasan terhadap salah seorang rekan kerjanya itu, dengan cara menunjukan foto bersama NN serta sambil mengeluarkan senpi (senjata api) Salah seorang oknum Ketua Ormas kawan NN memaksa rekanya untuk membayar sejumlah uang yang tidak sedikit, apapun alasan nya saya tetap percaya pada rekan kerja saya, ungkap Sugik. Selain mengaku diperas, rekan Pak Direktur juga meminta ma’af pada awak media yang hadir, saya mohon maaf apabila ada kata dan tindakan kurang berkenan, ungkapnya mengakhiri dalam pertemuan tersebut.
Jurnalis: M. Ali. JN




