Warga Kampung Bonto Sungguh dua Tahun Tidak Terima Bantuan,Daeng Jafa’ Meratap Nama Hilang dari Data Pemerintah

Berita, Daerah929 Dilihat

Bantaeng – TransTV45.com||  Kabar memprihatinkan datang dari Kampung Bonto Sungguh, Desa Baruga, Kecamatan Pajukukang, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Seorang warga lanjut usia bernama Daeng Jafa’ mengaku sudah dua tahun lamanya tidak pernah lagi tersentuh bantuan sosial, baik yang bersumber dari Pemerintah Desa Baruga maupun Pemerintah Kabupaten Bantaeng. Ia menuturkan, namanya seolah hilang dari daftar penerima manfaat, padahal kondisi ekonominya sangat memprihatinkan dan sangat membutuhkan uluran tangan pemerintah.

Ditemui awak media di kediamannya yang sederhana dan kurang layak huni, Rabu (20/5/2026), Daeng Jafa’ menceritakan dengan nada pilu bagaimana ia menanti-nanti panggilan dari pihak desa namun tak pernah ada kabar hingga hari ini. Harapannya sempat tumbuh ketika ia mendapat informasi dari tetangga bahwa sedang ada pembagian bantuan sembako di kantor desa. Tanpa berpikir panjang, ia bergegas mendatangi kantor desa dengan harapan kebutuhan dasarnya bisa terbantu.

“Saya dapat kabar dari tetangga ada pembagian bantuan sembako di kantor desa. Saya pun datang ke sana dan bertanya kepada petugas, apakah nama saya dan keluarga terdaftar sebagai penerima. Namun jawaban yang saya terima sangat mengecewakan, pihak desa bilang nama Daeng Jafa’ tidak ada tercatat lagi. Dengan hati sedih saya pun pulang kembali ke rumah,” kenang Daeng Jafa’ dengan mata berkaca-kaca.

Ia mengaku sangat membutuhkan perhatian, perlakuan adil, dan kepedulian baik dari jajaran Pemerintah Desa Baruga maupun Pemerintah Kabupaten Bantaeng. Hidup dalam keterbatasan, tanpa sanak keluarga yang mampu membantu, dan tidak memiliki hubungan atau kenalan di lingkungan pemerintahan membuatnya merasa terabaikan.

“Saya ini orang miskin, tidak punya saudara atau kerabat yang bekerja di pemerintahan. Mungkin karena itulah saya dilupakan. Padahal saya sangat membutuhkan bantuan itu untuk makan sehari-hari. Rasanya sedih sekali menjadi warga yang hidup susah namun tak diperhatikan,” ungkapnya penuh haru.

Kondisi tempat tinggal Daeng Jafa’ pun mempertegas betapa beratnya kehidupan yang dijalaninya. Rumah papan yang sudah tua, rapuh, dan jauh dari kata layak huni menjadi saksi bisu keterbatasan yang ia derita setiap hari. Ia berharap kisahnya didengar dan ada pihak yang segera turun tangan memberikan solusi nyata.

Menanggapi kondisi yang dialami Daeng Jafa’, seorang tokoh masyarakat setempat yang akrab disapa Daeng Paman turut angkat suara dan menyampaikan keprihatinan mendalam. Ia meminta Pemerintah Kabupaten Bantaeng melalui dinas terkait segera meninjau ulang data penerima bantuan sosial agar warga yang benar-benar miskin dan membutuhkan tidak terputus haknya.

“Saya mewakili masyarakat di sini meminta kepada Pemerintah Kabupaten Bantaeng, tolong perhatikan warga Anda yang sedang mengalami kesusahan seperti Daeng Jafa’. Jangan sampai bantuan sosial yang tujuannya meringankan beban rakyat justru tidak sampai ke tangan yang paling membutuhkan. Verifikasi dan pemutakhiran data harus akurat, jangan ada yang terlewat karena ketidaktahuan atau alasan lain,” tegas Daeng Paman.

Sementara itu, saat awak media berusaha mengonfirmasi hal ini melalui sambungan telepon kepada Kepala Desa Baruga guna mendapatkan penjelasan resmi, hingga berita ini ditulis belum ada jawaban atau tanggapan yang diterima. Masyarakat berharap persoalan ini segera ditindaklanjuti dan nasib Daeng Jafa’ segera mendapatkan keadilan serta perhatian yang layak.

Laporan: Tim Liputan TransTV45.com Bantaeng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *