Seram Bagian Barat,. Maluku
Transtv45.com || Dugaan aksi bullying terhadap siswa baru kembali terjadi di lingkungan pendidikan. Seorang siswa SMA Negeri 28 Seram Bagian, Dusun Tapinalu, Desa Luhu, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), berinisial FW, diduga menjadi korban kekerasan oleh kakak kelasnya pada Sabtu (8/8/2026).
Akibat kejadian tersebut, korban dilaporkan mengalami memar pada bagian wajah dan tangan. Dugaan kekerasan itu disebut dilakukan oleh seorang siswa berinisial SK.
Menurut keterangan yang disampaikan keluarga korban, kejadian bermula ketika SK mengajak korban berkelahi. Bahkan, salah seorang teman pelaku disebut hendak merekam kejadian tersebut menggunakan telepon seluler.
Korban disebut tidak menghendaki perkelahian. Namun, menurut keterangan keluarga, pelaku kemudian memukul korban berulang kali hingga korban melarikan diri.
Persoalan tidak berhenti setelah korban meninggalkan lokasi. Setelah pulang ke kampungnya di Ulatu, korban disebut masih menerima pesan melalui Messenger yang berisi makian dan ancaman akan dipukuli apabila kembali ke sekolah.
Orang tua korban mengaku kecewa dan meminta pihak sekolah serta aparat terkait menangani kasus tersebut secara serius.
“Saya tidak terima anak saya dipukuli. Tujuan anak saya ke sekolah untuk belajar agar pintar, bukan untuk berkelahi atau dipukuli,” ujar orang tua korban.
Ia menilai kasus tersebut harus menjadi perhatian serius pihak sekolah. Menurutnya, lingkungan pendidikan semestinya memberikan rasa aman kepada siswa, bukan menjadi tempat terjadinya kekerasan antarpelajar.
Orang tua korban juga meminta penyelesaian kasus dilakukan melalui jalur yang tepat dan sesuai aturan, serta tidak berkembang menjadi konflik baru.
Kasus ini sekaligus menjadi sorotan terhadap pengawasan pihak sekolah dalam mencegah kekerasan dan bullying di lingkungan pendidikan. Sekolah diharapkan melakukan pemeriksaan terhadap seluruh pihak yang terlibat serta memastikan keamanan korban.
Hingga berita ini dipublikasikan, Kepala SMA Negeri 28 Seram Bagian, Dusun Tapinalu, Desa Luhu, Rahim Wally, belum memberikan tanggapan terkait dugaan bullying tersebut.
Redaksi tetap membuka ruang hak jawab bagi pihak sekolah maupun pihak yang disebut dalam pemberitaan untuk memberikan klarifikasi.
S. Adam




