Dinkes Sambas Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau.

 

Sambas,TransTV45.com. – Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang berpotensi memicu berbagai persoalan kesehatan masyarakat, mulai dari gangguan akibat cuaca panas, keterbatasan air bersih hingga dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla),(Senin,10 Agustus 2026).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, dr. Ganjar Eko Prabowo, mengatakan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan diminta meningkatkan kesiapan dalam menghadapi kemungkinan meningkatnya kasus penyakit maupun kondisi kegawatdaruratan selama musim kemarau.

“Kesiapsiagaan tidak hanya menjadi tanggung jawab fasilitas kesehatan, tetapi membutuhkan dukungan dan koordinasi seluruh sektor serta partisipasi masyarakat,” ujar Ganjar

Penguatan kesiapsiagaan tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat berdasarkan informasi prakiraan musim dari BMKG yang menunjukkan sebagian besar wilayah Kalimantan Barat telah memasuki musim kemarau.

Melalui surat tertanggal 30 Juli 2026, Dinkes Kabupaten Sambas meminta seluruh puskesmas se-Kabupaten Sambas memperkuat kesiapsiagaan dan koordinasi dalam mengantisipasi dampak kesehatan akibat musim kemarau.

Ganjar menjelaskan, salah satu langkah yang dilakukan adalah mengoptimalkan peran Klaster Kesehatan di tingkat kabupaten serta memperkuat koordinasi lintas sektor dengan BPBD, Dinas Sosial, PMI, TNI/Polri dan instansi terkait.

Di tingkat fasilitas kesehatan, penguatan dilakukan melalui deteksi dini, surveilans, serta pelaporan penyakit yang berpotensi mengalami peningkatan selama musim kemarau.

Beberapa penyakit yang menjadi perhatian antara lain Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), diare, tuberkulosis (TB), asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), dehidrasi, heat exhaustion, dan heat stroke.

Selain itu, Dinkes Sambas meminta fasilitas kesehatan meningkatkan pemantauan ketersediaan dan kualitas air bersih, sanitasi lingkungan, serta keamanan pangan. Edukasi kepada masyarakat mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) juga terus didorong sebagai upaya mencegah munculnya penyakit berbasis lingkungan.

Kesiapan pelayanan kesehatan juga menjadi perhatian. Rumah sakit, puskesmas, klinik, dan fasilitas kesehatan lainnya diminta memastikan pelayanan, termasuk kegawatdaruratan, tetap berjalan optimal.

Ketersediaan obat-obatan esensial, oksigen medis, masker, peralatan medis darurat, air bersih, listrik cadangan, ambulans, serta sumber daya kesehatan lainnya juga perlu dipastikan dalam kondisi siap digunakan.

Ganjar turut mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Masyarakat diminta menjaga pola hidup bersih dan sehat, mencukupi kebutuhan air minum untuk mencegah dehidrasi, serta membatasi aktivitas di luar ruangan ketika suhu udara sangat tinggi.

“Apabila terjadi kabut asap atau kualitas udara menurun, masyarakat juga diimbau menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan,” katanya.

Dinkes Sambas juga mendorong penyebarluasan informasi dan imbauan kesehatan melalui media massa, media sosial, serta jejaring masyarakat.

Setiap perkembangan situasi kesehatan yang berpotensi menimbulkan atau telah berdampak terhadap krisis kesehatan di wilayah Kabupaten Sambas diharapkan segera dilaporkan kepada pihak terkait agar respons dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Dengan penguatan kesiapsiagaan lintas sektor dan dukungan masyarakat, Dinkes Sambas berharap dampak kesehatan akibat musim kemarau dapat diminimalkan dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.

Publis : Mulyono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *