Sigi-TransTV45.Com//Rasa solidaritas dan kepedulian terhadap sesama terus mengalir bagi warga Kabupaten Sigi yang terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 pada 16 Juni 2026 lalu. Keluarga Besar Suralele menunjukkan kepedulian tersebut dengan menggelar kegiatan beranjangsana (silaturahmi) sekaligus menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada keluarga terdampak di Desa Makmur dan Desa Bobo, Kecamatan Palolo,Kamis (25/06/2026).
Kegiatan yang penuh kekeluargaan ini dipimpin langsung oleh Ketua Kerukunan Keluarga Besar Suralele, Aris Abdullah Suralele, SE., MM. Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung kepada warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat gempa.
Dalam sambutannya, Aris Abdullah Suralele menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab moral keluarga besar Suralele yang sedang tertimpa musibah.

“Bencana alam adalah ujian yang membutuhkan kebersamaan dan gotong royong dari seluruh elemen. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita di Desa Makmur dan Desa Bobo dan menjadi penyemangat untuk bangkit kembali,” ujar Aris Abdullah Suralele, SE., MM.
Kecamatan Palolo merupakan salah satu wilayah yang mengalami dampak paling signifikan akibat gempa. Berdasarkan data sementara, tercatat sejumlah rumah mengalami rusak berat dan rusak ringan di kecamatan tersebut.
Dampak gempa juga dirasakan di sejumlah kecamatan lain di Kabupaten Sigi, seperti Nokilalaki, Sigi Kota, dan Dolo. Pemerintah Kabupaten Sigi telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari terhitung mulai 17 hingga 30 Juni 2026.

Bantuan yang diserahkan oleh Keluarga Besar Suralele diberikan kepada warga yang merupakan bagian dari keluarga besar Suralele yang berada di Desa Makmur dan Desa Bobo.Kegiatan beranjangsana ini juga menjadi momen untuk mempererat tali silaturahmi dan memberikan dukungan moral bagi warga yang sedang menghadapi masa sulit.
Keluarga Besar Suralele berkomitmen untuk terus hadir dan menjadi bagian dari solusi dalam membantu masyarakat menghadapi berbagai tantangan, termasuk pada masa pemulihan pascabencana.





