
BANTAENG – Transtv45.com|| – Sore hari yang cerah di hari libur pekan menjadi momen istimewa bagi praktisi hukum sekaligus tokoh masyarakat Kabupaten Bantaeng, Hj. Na’na, SH. yang menyempatkan waktu berkunjung ke Kafe Kuliner To’ro Matayya. Lokasi usaha kuliner ini terletak tepat di kawasan pesisir Pantai Tino, Desa Bonto Jai, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Kunjungan berlangsung pada Minggu, 12 Juli 2026, mulai pukul 17.00 WITA.
Bersama sejumlah rekan sejawatnya, Hj. Na’na tampak menikmati semilir angin laut dan pemandangan garis pantai yang masih alami, sembari menyicipi sajian andalan tempat tersebut: es kelapa muda racikan khusus dengan campuran gula merah pilihan berkualitas tinggi.
Dalam pernyataannya di hadapan pemilik usaha dan tim media, Hj. Na’na mengakui tempat ini bukan sekadar tujuan wisata kuliner biasa baginya. “Saya sudah beberapa kali datang ke sini. Selain menikmati kesegaran es kelapa muda yang rasanya sangat khas dan tidak ditemukan di tempat lain, saya sering menjadikan lokasi ini tempat berkumpul santai berbincang ringan bersama teman-teman sesama pengacara, untuk melepas penat setelah sepekan sibuk dengan urusan pekerjaan,” ungkap Hj. Na’na.
Secara tampilan fisik, Kafe To’ro Matayya terlihat sederhana tanpa bangunan mewah. Namun, kesederhanaan inilah yang justru menjadi daya tarik utamanya, ditambah dengan keahlian pemiliknya dalam meracik campuran gula merah dan rempah-rempah sehingga menghasilkan cita rasa otentik yang sangat diminati oleh berbagai kalangan pelanggan, baik warga lokal maupun wisatawan yang berkunjung ke Bantaeng.
Daeng Sewang, selaku pemilik sekaligus pengelola usaha kuliner tersebut, menyambut baik dan mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Hj. Na’na serta seluruh pengunjung. Ia menjelaskan bahwa kualitas bahan baku selalu menjadi prioritas utama dalam setiap sajian yang disajikan.
“Kami sangat senang dan bersyukur respon pelanggan sangat baik. Selama ini kami berusaha sebaik mungkin agar setiap tamu yang memesan es kelapa muda bisa merasakan kepuasan maksimal. Kami menggunakan kelapa batok alami yang segar, ada pilihan campuran gula merah asli racikan sendiri maupun varian sirup bermutu, semua dijamin kualitasnya,” ujar Daeng Sewang dengan penuh keramahan.
Di tengah antusiasme masyarakat yang terus meningkat, Daeng Sewang juga menyampaikan aspirasi yang diharapkan menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Bantaeng. Ia menegaskan bahwa tidak hanya usahanya, melainkan sejumlah pelaku usaha serupa di Desa Bonto Jai juga menghadapi keterbatasan modal.
“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Bantaeng dapat mengupayakan bantuan tambahan permodalan khusus bagi pelaku Usaha Mikro dan Kecil di wilayah Desa Bonto Jai. Saat ini ada beberapa titik warga yang bergerak di usaha minuman dingin, baik yang berjualan di sepanjang pesisir pantai, kawasan rest area, hingga pinggir Jalan Poros Tino, namun belum banyak yang mendapatkan akses dukungan permodalan untuk mengembangkan usahanya lebih baik lagi,” harap Daeng Sewang.
Dukungan permodalan tersebut dinilai sangat penting untuk memperbaiki sarana prasarana tempat usaha, meningkatkan kapasitas produksi, menjaga standar kualitas layanan, serta memperluas jangkauan pasar. Hal ini diharapkan dapat mendorong sektor ekonomi kreatif dan pariwisata kuliner di Desa Bonto Jai tumbuh lebih pesat, sekaligus membuka peluang kesejahteraan yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.
Hingga saat ini, Kafe Kuliner To’ro Matayya dan sejumlah titik usaha kuliner warga di Desa Bonto Jai terus menjadi salah satu destinasi pilihan warga yang ingin menikmati suasana sore yang menenangkan dengan sajian khas pesisir Kabupaten Bantaeng.**
(Penulis: Jamal)
Tim.Transtv45.com





