
BANTAENG, TransTV45.com|| — Sebanyak 321 orang jemaah haji asal Kabupaten Bantaeng yang telah menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci Mekkah dan Madinah, kembali dengan selamat, sehat walafiat dan membawa gelar mulia Al‑Hajj dan Al‑Hajjah ke pangkuan keluarga. Kepulangan rombongan besar ini disambut secara resmi, penuh kekhidmatan dan kehangatan langsung oleh Bupati Bantaeng H. Muhammad Fathul Fauzy Nurdin, bertempat di Gedung Balai Kartini Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Bantaeng, pada hari Rabu sore 1 Juli 2026.
Sebelum tiba di tempat penyambutan utama, seluruh rombongan terlebih dahulu didatangi dan dijemput secara khusus di Asrama Haji Sudiang Embarkasi Makassar oleh Wakil Bupati Bantaeng H. Sahabuddin, bersama pejabat terkait lainnya, untuk selanjutnya mengawal secara langsung perjalanan darat menuju Kabupaten Bantaeng dengan pengamanan ketat dari aparat kepolisian dan TNI.
Berdasarkan laporan resmi yang disampaikan langsung oleh Kepala Seksi Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantaeng H. Muhammad Tahir di hadapan Bupati dan seluruh undangan, tercatat secara rinci perjalanan jumlah jemaah sebagai berikut :
Jumlah nama yang terdaftar dan ditetapkan berangkat pada musim haji tahun ini : 323 Orang
Pada saat pemberangkatan tanggal 19 Mei 2026 di Asrama Haji Sudiang Makassar, 1 orang dinyatakan batal diberangkatkan secara medis karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan melakukan perjalanan jauh, sehingga yang benar‑benar berangkat ke Arab Saudi : 322 Orang
Selama berada di Tanah Suci dan menjalani seluruh rangkaian ibadah haji, tercatat 1 orang jemaah berpulang ke Rahmatullah wafat dengan tenang di tanah haram, sehingga yang kembali ke tanah air : 321 Orang
Dari 321 orang yang tiba, seluruhnya hadir dalam penyambutan, namun tercatat 3 orang jemaah saat ini masih menjalani perawatan lanjutan di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bantaeng karena kondisi kesehatan yang memerlukan pemantauan medis lebih lanjut.
“Alhamdulillah segala puji hanya bagi Allah SWT, dari 323 yang kita daftarkan, 1 tertahan karena sakit di embarkasi, 1 dipanggil pulang oleh‑Nya di tempat yang paling mulia, dan 321 orang hari ini semuanya hadir kembali utuh, selamat dan membawa haji mabrur yang kita harapkan bersama. Itu anugerah terbesar kita hari ini,” tegas H. Muhammad Tahir melaporkan data dengan suara lantang dan tegas.
Dalam arahan dan sambutannya yang penuh makna namun tetap tegas dan lugas, Bupati Bantaeng Muhammad Fathul Fauzy Nurdin menyampaikan selamat datang dan selamat atas terlaksananya ibadah terberat dalam rukun Islam. Ia menegaskan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan wisata rohani, melainkan ujian fisik, mental, kesabaran dan ketahanan diri yang luar biasa berat.
“Kepada seluruh Bapak Ibu jemaah yang baru saja kita sambut kepulangannya, saya sampaikan satu hal yang tegas : Perjalanan haji itu adalah salah satu perjalanan spiritual paling berat yang pernah dijalani manusia. Panas, lelah, jarak jauh, keramaian, keterbatasan fisik, semuanya diuji di sana. Maka barangsiapa hari ini berdiri tegak kembali di tanah kelahirannya dengan selamat, ketahuilah bahwa kalian adalah golongan orang‑orang yang sangat beruntung, yang dipilih dan dimampukan langsung oleh Allah SWT, tidak semua orang diberi kesempatan sampai ke tahap ini,” ujar Bupati diiringi tepuk tangan meriah.
Bupati juga secara khusus dan khidmat mengajak seluruh hadirin berdiri sejenak, mendoakan satu orang jemaah asal Bantaeng yang berpulang di Tanah Suci, agar seluruh amal ibadah, jerih payah dan pengorbanannya diterima dengan lapang dada di sisi Allah SWT, diampuni segala dosa dan kesalahannya, serta ditempatkan di dalam jenazah orang‑orang yang beriman dan bertakwa.
Terkait tiga orang jemaah yang masih dalam perawatan medis, Bupati memerintahkan secara langsung kepada Kepala Dinas Kesehatan yang hadir saat itu, agar memberikan pelayanan, penanganan dan obat terbaik sepenuhnya, sampai benar‑benar dinyatakan sembuh dan boleh pulang ke rumah masing‑masing.
“Kepada Dinas Kesehatan, perintah saya jelas : berikan pelayanan setinggi‑tingginya, jangan ada yang ditahan‑tahan, jangan ada yang dipersulit. Mereka sudah berjuang sampai batas kemampuan fisiknya, tugas kita sekarang menyempurnakan dengan pelayanan kesehatan yang terbaik sampai pulih sepenuhnya,” tegas Bupati.
Lebih jauh Bupati mengungkapkan satu kebanggaan besar yang diterima dari berbagai laporan petugas dan jemaah selama di Arab Saudi, bahwa nama Kabupaten Bantaeng mencuat dan dikenal sangat baik serta menjadi sorotan positif di antara seluruh rombongan dari Indonesia, ada dua hal utama yang selalu disebut‑sebut orang :
Baik soal waktu berkumpul, perpindahan lokasi, ketaatan pada aturan petugas maupun ketertiban umum, jemaah Bantaeng selalu menjadi contoh dan sering dijadikan rujukan oleh pembimbing rombongan lain. Padahal diketahui mayoritas jemaah kita adalah golongan lanjut usia, namun semangat, ketaatan dan kedisiplinannya sama sekali tidak kalah bahkan justru melampaui kelompok usia muda.
Kostum dan busana khas yang dikenakan para ibu jemaah asal Bantaeng menjadi ciri khas yang paling mudah dikenali, paling mencolok dan paling sering menjadi pusat perhatian sekaligus pujian karena kerapian, kesopanan dan keindahannya, sehingga orang dengan mudah berkata “itu pasti dari Bantaeng”.
“Dua hal inilah yang paling kita syukuri selain keselamatan jiwa. Bahwa di negeri orang, di tengah jutaan manusia dari seluruh penjuru dunia, nama baik Bantaeng terjaga, nama baik Sulawesi Selatan terjaga, nama baik Indonesia terjaga, berkat perilaku Bapak Ibu sekalian. Itu prestasi yang tidak ternilai harganya,” tambah Bupati.
Di akhir sambutan, Bupati menyampaikan terima kasih yang sebesar‑besarnya dan penghargaan setinggi‑tinggi kepada seluruh tim petugas pendamping, tenaga kesehatan, dokter, perawat, pembimbing ibadah, pengamanan dan seluruh pihak yang terlibat dari awal sampai akhir.
“Orang hanya melihat jemaah berangkat dan pulang selamat. Tapi kami tahu betul, di balik keselamatan itu ada kerja keras, keringat, pengorbanan waktu dan pikiran yang luar biasa berat dari para petugas, yang harus siaga 24 jam tanpa henti berbulan‑bulan. Maka atas nama Pemerintah Daerah dan masyarakat Bantaeng, saya ucapkan terima kasih tak terhingga, penghargaan ini layak untuk kalian semua,” pungkasnya disertai ajakan bertepuk tangan panjang untuk para petugas.
Penyambutan ini berlangsung khidmat, dihadiri oleh seluruh unsur pimpinan daerah, forkopimda, organisasi kemasyarakatan, keluarga besar jemaah serta ribuan warga masyarakat, antara lain :
1. Hj. Jumrah — Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Bantaeng
2. Lettu Cba Makmur — Pasi Sandi Kodim 1410/Bantaeng, mewakili Komandan Distrik Militer
3. Kompol Supriadi — Kepala Bagian Logistik Polres Bantaeng
4. Aswin Suaib — Kasubag Bin Kejaksaan Negeri Bantaeng, mewakili Kepala Kejaksaan Negeri
5. Asruddin — Asisten I Bidang Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Bantaeng
6. dr. Andi Ihsan — Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng
7.H. Halim — Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantaeng
8.Seluruh Kepala Perangkat Daerah, para Camat se‑Kabupaten Bantaeng, tokoh agama, tokoh masyarakat serta undangan lainnya.
Seluruh rangkaian acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh salah seorang ulama setempat, dilanjutkan dengan penyerahan cenderamata dan santunan bagi jemaah, serta ramah tamah bergantian menyapa satu persatu para tamu Allah yang baru saja kembali dari tanah haram.
Penulis :
(JAMAL)





